AYOJAKARTA.COM - Masyarakat dunia, khususnya di bidang sains dan teknologi kembali digemparkan dengan hadirnya sosok Ren Xiaorong.
Wanita berparas cantik dengan nama Ren Xiaorong merupakan seorang pewarta berita atau news anchor asal China.
Ren Xiaorong menjadi begitu dikenal bukan hanya karena paras ataupun kecerdasannya, lebih dari itu karena ia bukanlah sepenuhnya manusia.
Pembawa acara ini menjadi begitu dikenal di kalangan sains karena Ren Xiaorong adalah pewarta berita hasil pengembangan teknologi Artificial Intelligence.
Baca Juga: Canggihnya Redmi 12 C Dilengkapi Kamera AI dengan Harga Dibawah 2 Juta, Intip Spesifikasinya!
Dikutip ayojakarta.com dari YouTube Bukan Asal pada Senin (20/3/2023) diketahui beberapa dekade terakhir, teknologi AI atau kecerdasan buatan memang tengah banyak dikembangkan oleh sejumlah negara.
Teknologi Artificial Intelligence juga disebut-sebut sebagai salah satu fokus perhatian bagi pelaku industri di negara maju.
Hal tersebut tidak terlepas dari adanya anggapan bahwa di masa mendatang, teknologi ini akan menjadi dasar industri dunia.
Menyadari kemungkinan tersebut, para pelaku industri AI di dunia kemudian berlomba-lomba membuktikan keunggulannya.
Demi menjadi negara terdepan dalam bidang AI, investasi besar-besaran-pun tidak segan dilakukan guna memenuhi ambisi masa depan.
Sejak awal perkembangan teknologi komputer diterapkan, Amerika Serikat menjadi negara dengan urutan teratas dalam bidang pengembangan AI.
Namun China yang menyusul Amerika Serikat dalam bidang AI telah mengklaim pada tahun 2030 mendatang akan menjadi negara termaju.
Pemerintah China bahkan mendorong para peneliti serta ilmuwan untuk melakukan pengembangan di bidang AI.
Baca Juga: Siapa Pemilik ChatGPT? Sosok Elon Musk di Balik AI Pembuat Artikel Otomatis
Dukungan dan obsesi pemerintah, kerja cerdas para ilmuwan dan peneliti Republik Rakyat China selama beberapa dekade terkahir akhirnya benar-benar terwujud.
China berhasil mengungguli Generative Pre-trained Transformer 3 atau GPT-3 yang sempat dijuluki sebagai AI terbesar dan paling realistis.
Berdasar hasil riset, pengembangan dan penelitian di Akademi Kecerdasan Buatan Beijing, China berhasil memperkenalkan Wu Dao 2.0.
Dengan kemampuan parameter artifisial yang berpuluh kali lipat, kehadiran Wu Dao 2.0 unggul telak jika dibanding GPT-3.
Dengan kecerdasan buatan tersebut, Wu Dao 2.0 dapat membuat puisi China klasik, menjawab pertanyaan, menulis esai serta membuat teks bergambar.
Baca Juga: Nah! Ini Cara Buat Avatar yang Lagi Viral Pakai Lensa AI
Akademi Kecerdasan Buatan Beijing mengklaim hasil penelitian yang mereka lakukan telah melampaui standar canggih dalam hal bahasa.
Kecerdasan dan kemampuan yang sama juga merupakan spesifikasi keunggulan yang bisa dilakukan oleh Ren Xiaorong.
Ren Xiaorong diklaim mampu menjawab pertanyaan selama tujuh hari dalam sepekan, memberikan penjelasan dan pengetahuan tentang berbagai hal terkini.
Demikian informasi mengenai Ren Xiaorong yang berhasil dirangkum Ayojakarta pada Senin 20 Maret 2023 dari YouTube Australia Trending.***

Share this article
China berhasil menciptakan teknologi kecerdasan buatan manusia yaitu pembawa berita wanita bernama Ren Xiaorong.