AYOJAKARTA.COM -- Perusahaan induk Google, Alphabet, dikabarkan tengah bersiap untuk melakukan pemutusan hubungan kerja alias PHK terhadap para pekerjanya.
Isunya, PHK massal yang dilakukan Google itu bisa mencapai 10.000 karyawan.
Dikatakan, PHK di raksasa teknologi tersebut untuk menghemat pengeluaran dari "dompet" perusahaan, demikian diberitakan serang.suara.com.
Baca Juga: Upah Minimum 2023 Naik 10 Persen, Ruangguru Terpaksa Lakukan PHK Massal
Mengutip dari Business Today, PHK karyawan Google ini dilakukan sebagai upaya untuk melakukan efisiensi atau menghemat pengeluaran. Manajer Google juga telah diminta untuk menyaring, menganalisis dan menandai karyawan mereka yang berkinerja buruk.
Disebutkan jika PHK massal ini akan melibatkan 10.000 orang atau sekitar 6 persen dari total seluruh karyawan google. PHK itu akan berlaku terhadap karyawan dengan peringkat paling bawah.
Sementara itu, Google juga telah merekrut banyak karyawan baru pada kuartal terakhir. Para ahli pun juga telah memperingatkan bahwa karyawan Google kini menjadi lebih gemuk, begitu pula dengan gaji mereka.
Baca Juga: Badai PHK Massal di Sejumlah Perusahaan Digital, PSI Angkat Bicara
Sang Investor, Christopher Hohn mengklaim bahwa karyawan Google dibayar dengan gaji lebih tinggi daripada gaji perusahaan lain. Ia menyatakan perekrutan karyawan baru telah melebihi kebutuhan Google.
Google sebelumnya juga sempat menghentikan sementara pembukaan lowongan pekerjaan baru pada kuartal keempat (Q4) tahun 2022. Namun resesi dan inflasi ekonomi tampaknya mendorong perusahan besar itu untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
Kini, Alphabet, perusahaan induk Google, saat ini telah mempekerjakan sekitar 187 ribu orang karyawan. Angka ini menjadikannya perusahaan dengan karyawan terbanyak di industri teknologi.
Baca Juga: Resmi, Ruangguru PHK Massal Ratusan Karyawan, CEO Belva Devara : Kami Meminta Maaf!
Data dari Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) menunjukkan bahwa gaji tahunan karyawan Google mencapai $295.884 atau sekitar Rp4,6 miliar.
Namun di sisi lain, Google melaporkan telah mengalami penurunan pendapatan pada kuartal ketiga (Q3) tahun 2022.
Menurut laporan pendapatan perusahaan, Google menghasilkan laba bersih sebesar $13,9 miliar (Rp217 triliun), turun 27% dari periode yang sama tahun lalu.
Jika Google benar akan melakukan PHK massal karyawan, maka mereka akan mengikuti jejak perusahaan teknologi lain seperti Meta, Twitter, Amazon, dan lainnya.*** (serang.suara.com)
Share this article
Perusahaan induk Google, Alphabet, dikabarkan tengah bersiap untuk melakukan pemutusan hubungan kerja alias PKH terhadap 10.000 karyawan.