AYOJAKARTA.COM -- Kartu Prakerja merupakan program bantuan biaya pelatihan dan insentif sebagai pengganti transportasi bagi para pencari kerja, pelaku usaha mikro dan kecil yang mengalami penurunan daya beli karena pandemi COVID-19 serta pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi.
"Prakerja terbukti membantu peningkatan skil, inklusi keuangan sekaligus membantu daya beli masyarakat dengan skema semi bansos," tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko) Airlangga Hartarto, dikutip dari kanal YouTube PerekonomianRI pada Senin, 23 Januari 2023.
"Pesertanya mencapai 4.984.790 dengan anggaran Rp18 triliun dan terealisasi sebesar Rp17,84 triliun atau 99,12 persen," ungkapnya.
Baca Juga: Kapan Kartu Prakerja 2023 Dibuka? Begini Cara Daftar dan Persyaratannya
Dia melanjutkan, program Kartu Prakerja akan dilanjutkan di tahun 2023 dengan skema normal.
Total anggaran di tahap awal adalah Rp2,67 triliun dengan target targetnya untuk 595 ribu peserta.
Direncanakan penerimaan jumlah peserta tahun ini adalah 1 juta orang.
Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Aturan Baru Kartu Prakerja Gelombang 48, Simak Selengkapnya di Sini
Berbeda dengan skema semi bansos pada tahun lalu, pelaksanaan program Kartu Prakerja tahun 2023 menggunakan sistem normal, seperti pelatihan dilakukan secara online, offline, ataupun campuran.
Pembukaan gelombang pertama dilakukan tri bulan pertama di tahun 2023.
Nantinya pelatihan offline tahap pertama akan diawali di 10 provinsi.
Baca Juga: Kartu Prakerja 2023 Full Berubah, Kini Tak Mesti Nonton Video untuk Dapatkan Insentif!
Daftar provinsi itu adalah beberapa daerah di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Papua.
Beberapa hal baru yang dilakukan dalam skema normal yaitu pelatihan yang semula 6 jam menjadi 15 jam.
Berikut contoh beberapa bidang yang pelatihannya di adakan secara offline:
- Bidang-bidang fokus pada keterampilan tertentu, beberapa pendidikan yang berkaitan dengan bisnis seperti digital marketing data spesialis, manager logistik, desain grafis, ahli kesehatan dan kesehatan lingkungan kerja, ekonomi kreatif, pertanian serta jasa.
Baca Juga: Siapkan dari Sekarang! Durasi Pelatihan Program Kartu Prakerja Jadi 15 Jam, Manfaatnya Ini
Besaran bantuan yang akan diterima adalah Rp4,2 juta, namun biaya pelatihan lebih tinggi dibandingkan skema semi bansos (bantuan sosial) tahun 2022.
Biaya pelatihan untuk tahun ini sebesar Rp3,5 juta dan biaya untuk penggantian transport Rp600 ribu diberikan hanya satu kali, serta insentif survey Rp100 ribu untuk 2 kali survey.
Karena tidak lagi bersifat semi bansos, maka penerima bantuan seperti subsidi upah, Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), maupun Program Keluarga Harapan (PKH) boleh menjadi peserta program Kartu Prakerja.***

Share this article
Menko Airlangga Hartarto sebut program Kartu Prakerja akan dilanjutkan di tahun 2023 dengan skema normal.