AYOJAKARTA.COM - Sebuah drama penggeledahan terjadi di kawasan elit Sentul City, Bogor.
Tim Penyidik Tipikor Mabes Polri melakukan operasi besar pada Rabu malam, 8 Juli 2026.
Sasarannya adalah sebuah rumah mewah di Perumahan Golf Hijau. Operasi ini bertujuan mendalami dugaan kasus korupsi besar yang sedang berjalan.
Namun, ada cerita unik di balik penggerebekan tersebut. Pihak kepolisian ternyata melibatkan seorang warga sipil bernama Roy.
Roy adalah seorang ahli kunci yang berasal dari Ciawi, Kabupaten Bogor. Ia diminta bantuan oleh polisi pada Kamis dini hari untuk menjalankan tugas khusus.
Roy mengaku sama sekali tidak menyangka akan dipanggil oleh Mabes Polri.
Ia tidak menduga akan dilibatkan dalam kasus yang melibatkan aset bernilai fantastis.
Setibanya di lokasi, ia dihadapkan pada sebuah brankas besar di kamar lantai dua. Brankas tersebut memiliki ukuran sekitar 1,5 x 0,8 meter.
Proses pembongkaran brankas ini berlangsung sangat dramatis. Ruang penyimpanan harta tersebut disembunyikan secara rapi di balik dinding bermotif kayu.
Dinding itu dirancang sebagai kamuflase agar tidak mudah ditemukan. Roy bahkan melihat brankas tersebut tersembunyi di balik furnitur yang menyerupai lemari.
Karena sistem penguncian yang sangat kuat, Roy tidak bisa membukanya dengan cara biasa.
Ia terpaksa memotong langsung badan brankas tersebut menggunakan alat gerinda.
Setelah kerja keras sang ahli kunci membuahkan hasil, penyidik menemukan pemandangan yang mengejutkan.
Di dalam brankas tersebut terdapat tujuh koper besar yang berisi harta karun.
Barang bukti yang disita meliputi emas batangan seberat 74 kilogram. Selain emas, ditemukan juga uang tunai dalam berbagai mata uang.
Ada uang sebesar 4.767.300 dolar Amerika Serikat dan 14.083.800 dolar Singapura. Jika dikonversikan, total nilai aset tersebut mencapai Rp476 miliar.
Penemuan aset ini langsung memicu spekulasi luas di masyarakat. Rumah mewah dan brankas tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.
Nama Febrie terseret karena posisinya yang strategis dalam menangani berbagai kasus korupsi kelas kakap di Indonesia.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa penyitaan aset ini terkait dengan perkara korupsi di beberapa perusahaan besar.
Di antaranya adalah kasus di PT PLN, PT Asabri, serta PT Krakatau National Resources.
Hingga saat ini, proses hukum dan penyidikan masih terus berjalan untuk memastikan identitas pemilik asli aset tersebut.
Kisah Roy, sang ahli kunci asal Ciawi, kini menjadi perbincangan hangat di media sosial karena perannya yang tak terduga dalam membongkar misteri ini.
Akun Instagram @info.jakartabarat sempat mengunggah aksi Roy saat menjalankan tugasnya dan langsung menuai banyak komentar dari publik.
"Masa sekelas polda gk punya ahli kunci," tulis salah satu warganet.
"Kalo bayaran gak sesuai,viralkan aja bang," timpal netizen lainnya.
"Di film film buka brankas pake bom, lah Konoha ternyata punya suhu besar wkwkwk prestasi Luar biasa," kata seorang warganet.***
Share this article
Polri libatkan ahli kunci asal Ciawi untuk membongkar brankas rahasia di Sentul City pada Juli 2026. Brankas berisi emas dan uang Rp476 miliar ini diduga terkait kasus korupsi korporasi besar.