AYOJAKARTA.COM - Timnas Argentina akan menghadapi Swiss di babak perempat final Piala Dunia 2026 yang akan dilangsungkan pada Minggu, 12 Juli 2026.
Pertandingan ini sangat dinantikan oleh para penggemar sepak bola di seluruh dunia.
Namun, bagi Swiss, laga ini membawa ancaman yang sangat nyata. Argentina saat ini memegang status sebagai "Raja Penalti" dalam sejarah kompetisi terbaru.
Statistik menunjukkan bahwa La Albiceleste adalah tim yang paling sering mendapatkan hadiah dari titik putih.
Berdasarkan data yang dirilis Transfermarkt, Argentina telah memperoleh delapan penalti dalam dua edisi Piala Dunia terakhir.
Jumlah ini jauh mengungguli pencapaian negara-negara besar lainnya di dunia.
Inggris berada di posisi kedua dengan catatan hanya empat kali mendapatkan penalti.
Sementara itu, tim kuat seperti Brasil, Portugal, dan Prancis masing-masing hanya mendapatkan tiga penalti.
Jerman, Polandia, dan Swiss sendiri sejauh ini baru mengantongi dua penalti dalam periode yang sama.
Keberuntungan Argentina di titik putih sudah dimulai sejak Piala Dunia 2022 yang lalu.
Saat itu, mereka mencetak rekor dengan mendapatkan lima penalti dalam satu edisi turnamen.
Tren ini ternyata terus berlanjut hingga perhelatan Piala Dunia 2026. Hingga berakhirnya babak 16 besar, Argentina sudah diberikan tiga penalti tambahan oleh wasit.
Hal ini membuat lini pertahanan Swiss harus sangat berhati-hati saat melakukan kontak fisik di area terlarang.
Peringkat Swiss yang berada di posisi 19 dunia menjadikannya lawan dengan peringkat tertinggi bagi Argentina sejauh ini.
Sebelumnya, Argentina dianggap mendapatkan "skenario karpet merah" karena terus menghadapi lawan dengan peringkat rendah.
Akun pangkalan data Mister Chip membeberkan statistik bahwa rata-rata peringkat musuh yang dihadapi Lionel Messi Cs hanya berada di angka 38,3.
Angka tersebut jauh lebih ringan jika dibandingkan dengan lawan-lawan yang dihadapi tim seperti Prancis atau Norwegia.
Lionel Messi tetap menjadi pilihan utama sebagai algojo penalti bagi timnas Argentina.
Meski begitu, Messi memiliki catatan yang cukup unik sekaligus kontroversial di titik putih.
Ia tercatat hanya berhasil mengubah 50 persen hadiah penalti menjadi gol dalam dua edisi terakhir.
Messi bahkan mencatatkan sejarah sebagai pemain pertama yang gagal mengeksekusi dua penalti dalam satu turnamen Piala Dunia.
Kegagalan tersebut terjadi saat ia menghadapi Austria di fase grup dan Mesir di babak 16 besar edisi 2026.
Walaupun mantan pemain Barcelona itu sering gagal, hadiah penalti tetap menjadi senjata yang sangat mematikan bagi Argentina.
Swiss terancam tersingkir jika mereka tidak mampu meredam agresivitas serangan Argentina yang sering berujung pada pelanggaran.
Kemenangan dramatis Argentina atas Mesir di babak sebelumnya menjadi bukti bahwa mereka selalu menemukan jalan untuk meraih kemenangan.
Swiss kini harus tampil sempurna demi menjaga asa mereka untuk lolos ke babak semifinal Piala Dunia 2026.***
Share this article
Argentina vs Swiss di perempat final Piala Dunia 2026 (12 Juli). Diwaspadai sebagai "Raja Penalti" dengan total 8 penalti, Argentina akan menghadapi Swiss (peringkat 19) yang jadi lawan terberatnya.