AYOJAKARTA.COM – Ramai penggeledahan sebuah rumah mewah di Sentul, Bogor, yang diduga terkait dengan tiga kasus korupsi besar.
Dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber, penggeledahan ini merupakan bagian dari joint investigation antara Kortas Polri dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
Kakortastipidkor Polri, Irjen Totok Suharyanto menyebutkan ada tiga perkara utama yang tengah diusut, yakni:

1. Dugaan korupsi di PLN terkait pengadaan batu bara yang memicu insiden blackout.
2. Kasus korupsi ASABRI tahun 2020-2025.
3. Dugaan korupsi dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI yang merupakan anak perusahaan Krakatau Steel.
Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Victor Dean Mackbon, menambahkan bahwa penyelidikan juga mencakup dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang melibatkan oknum penyelenggara negara dalam penanganan hukum kasus ASABRI dan Jiwasraya.
Setidaknya emas batangan hingga uang dollar ditemukan pihak kepolisian.
Temuan ini didapati dari sebuah brankas terkunci yang tersimpan di dalam tujuh koper.
Nilainya pun tak main-main, mencapai angka yang sangat fantastis.
"Ditemukan brankas terkunci, setelah dibuka berisi tujuh koper. Isinya 74 kg emas batangan, kemudian 4.767.300 USD, 14.083.800 SGD, serta uang tunai Rp 100 juta. Estimasi total dalam rupiah senilai Rp 476 miliar," ungkap Irjen Totok di lokasi penggeledahan, Kamis, 9 Juli 2026.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menegaskan bahwa pengungkapan kasus korupsi di sektor strategis ini merupakan instruksi langsung dari pimpinan tertinggi.
"Ini merupakan atensi Bapak Presiden (Prabowo Subianto) agar dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk dilaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan," tegas Budi Hermanto.
Selain di Sentul, polisi juga melakukan penggeledahan serempak di beberapa lokasi lain, termasuk sebuah kafe di kawasan Cipete dan sebuah money changer.***

Share this article
Ramai penggeledahan sebuah rumah mewah di Sentul, Bogor, yang diduga terkait dengan tiga kasus korupsi besar.