AYOJAKARTA.COM - Indonesia memiliki banyak siswa dari keluarga kurang mampu yang berhak mendapatkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP).
Bantuan ini diberikan dalam bentuk uang yang bisa digunakan untuk biaya sekolah dan keperluan belajar lainnya.
Agar bisa mendapatkan uang bantuan ini, siswa harus memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan mengaktifkannya.
Sayangnya, sampai saat ini masih ada sekitar 1,9 juta siswa yang belum mengaktifkan KIP mereka. Padahal, kalau tidak segera diaktifkan, uang bantuannya akan kembali ke negara.
Aktivasi KIP itu penting karena untuk melihat identitas sebagai penerima bantuan yang tercatat dengan benar.
Dengan begitu, bantuan bisa tepat sasaran dan bisa langsung diambil uang bantuannya. Uang bantuan akan ditransfer ke rekening penerima setelah KIP diaktifkan.
Agar uang bantuannya tidak hilang dan dikembalikan ke negara, maka penerima harus segera mengaktifkannya.
Apa yang harus dilakukan kalau belum aktif? Dikutip dari kanal YouTube EKA NUR ARIFIN, berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan:
1. Cek terlebih dahulu apakah terdaftar sebagai penerima bantuan. Caranya bisa dengan mengunjungi laman resmi PIP atau bertanya ke sekolah.
2. Siapkan dokumen-dokumen yang diperlukan. Biasanya, dokumen yang dibutuhkan adalah kartu keluarga, KTP orang tua, dan NISN.
3. Pergi ke bank yang sudah ditunjuk. Tanyakan ke sekolah atau baca informasi di laman resmi PIP untuk mengetahui bank mana yang bisa dikunjungi.
4. Ikuti petunjuk petugas bank. Petugas bank akan membantu mengaktifkan KIP.
Baca Juga: Hampir 2 Juta Penerima PIP Belum Melakukan Aktivasi Kartu Indonesia Pintar, Lakukan Ini Secepatnya!
Sekali lagi ingat, waktu untuk mengaktifkan KIP terbatas. Jangan sampai kehilangan kesempatan mendapatkan bantuan ini.***
Share this article
Agar uang bantuannya tidak hilang dan dikembalikan ke negara, maka penerima PIP harus segera mengaktifkannya.