AYOJAKARTA.COM - Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan melakukan reshuffle atau perombakan Kabinet Merah Putih pada Senin 8 September 2025.
Sejumlah menteri diganti, sementara satu kementerian baru dibentuk untuk memperkuat kinerja pemerintahan. Pantauan di Istana Kepresidenan Jakarta menunjukkan beberapa tokoh hadir dengan jas gelap dan dasi biru muda khas Kabinet Merah Putih.
Terlihat Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa, Politikus Golkar Mukhtarudin, Menteri Investasi Rosan Roeslani, hingga Kepala BP Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan.
Baca Juga: Sangar! Xiaomi 16 Pro Siap Saingi Kualitas Kamera Huawei, Potensi Guncang Pasar Global
Kehadiran mereka memunculkan spekulasi kuat terkait pengisian pos kementerian baru maupun posisi pengganti menteri yang diganti.
Daftar Menteri yang Diganti
Berdasarkan keterangan resmi Mensesneg Prasetyo Hadi, ada lima posisi kementerian yang berganti pucuk pimpinan. Mereka adalah:
- Menko Polhukam Budi Gunawan
- Menpora Dito Ariotedjo
- Menteri P2MI Abdul Kadir Karding
- Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi
- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
Baca Juga: Review Axioo Pongo Monster X 2025, Laptop Gaming Lokal Paling Kencang, Apa Saja Keunggulannya?
Selain itu, Presiden juga menandatangani keputusan pembentukan Kementerian Haji dan Umroh, lengkap dengan menteri dan wakil menteri yang akan dilantik sore ini.
Dampak Mundurnya Sri Mulyani
Salah satu nama paling menyita perhatian adalah Sri Mulyani. Mundurnya sosok yang selama ini memegang kendali pengelolaan APBN diyakini membawa konsekuensi besar.
Ekonom Senior Core Indonesia, Hendri Saparini, menegaskan bahwa mundurnya seorang Menteri Keuangan di negara seperti Indonesia pasti menimbulkan gejolak pasar dan meningkatkan ekspektasi negatif.
Baca Juga: Apakah Hari Ini Ada Demo di Jakarta? Waspadai 3 Lokasi yang Rawan Macet Ini
Senada, Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira menilai isu turunnya penerimaan pajak hingga kebijakan efisiensi belanja publik bisa menjadi pemicu.
Meski begitu, Bhima menambahkan bahwa pasar masih bisa merespons positif bila pengganti Sri Mulyani dinilai lebih kompeten.
Namun, bila ada indikasi nepotisme, misalnya menunjuk sosok dekat dengan Presiden, justru akan menimbulkan reaksi negatif.
Para pengamat sepakat bahwa respons cepat Istana sangat penting. Bukan sekadar membantah isu, melainkan menghadirkan kebijakan konkret yang bisa mengembalikan kepercayaan publik dan pasar.
Jika salah langkah, dampaknya bisa semakin memperburuk kondisi ekonomi. Reshuffle kali ini menandai upaya Presiden Prabowo dalam memperkuat kinerja kabinet di tengah tantangan ekonomi dan politik yang semakin kompleks.
Publik kini menanti, apakah wajah baru Kabinet Merah Putih akan membawa stabilitas atau justru menambah spekulasi di pasar.***
Share this article
Presiden Prabowo reshuffle Kabinet Merah Putih: 5 menteri diganti termasuk Sri Mulyani. Dibentuk Kementerian Haji dan Umroh. Pengamat nilai dampaknya krusial bagi ekonomi dan kepercayaan publik.