AYOJAKARTA.COM - Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) sebesar Rp900 ribu masih terus disalurkan secara bertahap kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Namun, tidak semua pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) otomatis mendapatkan bantuan ini. Pendamping sosial Arin menjelaskan, ada tiga alasan utama mengapa sebagian KPM belum menerima BLT Kesra hingga awal November 2025.
Pertama, penyaluran masih berlangsung secara bertahap. Menurut Arin, tidak semua bank penyalur menyalurkan dana di waktu yang sama.
Baca Juga: Jadwal Peluncuran Samsung Galaxy S26 Telah Ditetapkan, Desain Makin Kece Tapi Harga Naik
“BLT Kesra memang belum cair 100% di seluruh bank Himbara. Misalnya, di KKS Bank Mandiri baru sekitar 45% penerima yang sudah terisi saldo. Jadi harap bersabar, karena prosesnya masih berjalan hingga akhir Desember 2025,” jelas Arin di chanel YouTube Pendamping Sosial.
Kedua, penerima PKH murni belum terdata sebagai penerima BLT Kesra. Arin menyebut, banyak KPM penerima Program Keluarga Harapan (PKH) murni yang belum muncul datanya untuk bantuan Kesra.
“Keterangan BLT Kesra periode Oktober–Desember belum muncul di aplikasi untuk PKH murni. Tapi semoga ke depan ada kebijakan agar mereka bisa ikut menerima bantuan ini,” ungkapnya.
Namun, ada juga penerima PKH murni yang telah mendapat BLT Kesra. Hal ini, kata Arin, menandakan bahwa mereka kini juga terdaftar sebagai penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Baca Juga: Imbas Pembangunan LRT, Transjakarta Lakukan Penyesuaian Layanan yang Berlaku hingga 14 Desember 2025
“Kalau PKH murninya cair dan disusul BLT Kesra, artinya KPM tersebut sudah resmi menjadi penerima BPNT tahap keempat,” tambahnya.
Ketiga, data penerima sudah tereksklusi karena desil ekonomi meningkat. Arin menjelaskan, beberapa KPM tidak lagi menerima BLT Kesra karena hasil verifikasi terbaru menunjukkan kondisi ekonomi mereka membaik.
“Bagi KPM yang kini berada di desil 5 atau 6 ke atas, otomatis tidak lagi terdaftar sebagai penerima BLT Kesra karena bantuan ini hanya untuk desil 1 sampai 4,” tegasnya.
Sebagai penutup, Arin mengingatkan agar KPM rutin memeriksa saldo KKS dan tetap tenang menunggu jadwal pencairan. “Yang penting datanya masih aktif dan berada di desil rendah, insyaallah akan tetap dapat giliran pencairan,” ujarnya menenangkan.
Program BLT Kesra sendiri merupakan bantuan tambahan dari pemerintah untuk mendukung kebutuhan masyarakat di penghujung 2025, dengan target lebih dari 35 juta penerima di seluruh Indonesia.***

Share this article
Pendamping sosial Arin jelaskan 3 alasan KPM belum terima BLT Kesra Rp900 ribu: pencairan masih bertahap, penerima PKH murni belum terdata, dan data KPM tereksklusi karena desil ekonomi naik.