AYOJAKARTA.COM -- PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas jangkauan akses permodalan, khususnya bagi kelompok perempuan prasejahtera. Kali ini, fokus ekspansi menyasar wilayah Timur Indonesia, tepatnya di Provinsi Maluku Utara.
Melalui program unggulan Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), PNM secara resmi mengoperasikan empat unit baru yang tersebar di wilayah Morotai, Tidore, Weda, dan Sofifi.
Kehadiran unit-unit ini menjadi jawaban atas dahaga masyarakat kepulauan akan layanan keuangan formal yang selama ini sulit terjangkau akibat tantangan geografis yang ekstrem.
Selama puluhan tahun, wilayah terluar seperti Maluku Utara sering kali terkendala oleh minimnya infrastruktur perbankan, namun kini PNM hadir untuk memutus mata rantai isolasi finansial tersebut.
Peresmian empat unit Mekaar tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, pada Rabu, 21 Januari 2026.
Kehadiran sosok Gubernur dalam seremonial ini menegaskan bahwa penguatan ekonomi masyarakat subsisten—terutama perempuan pengusaha ultra mikro—merupakan prioritas utama daerah.
Dalam sambutannya, Gubernur Sherly menggarisbawahi tantangan nyata yang dihadapi oleh para ibu di wilayah kepulauan, mulai dari minimnya modal hingga kebingungan dalam pemasaran produk.
"Hambatan utama bagi para ibu sering kali berpusat pada keterbatasan modal, kebingungan dalam menentukan jenis produk yang akan dijual, serta kurangnya bimbingan dan akses pasar. Kehadiran kami di sini bertujuan menjamin agar para ibu dapat berkembang ke level yang lebih baik, dan upaya peningkatan pemahaman keuangan adalah tanggung jawab bersama antara PNM dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara," ujar Sherlyl.
Bagi masyarakat di daerah terpencil, ketergantungan pada praktik pembiayaan informal atau rentenir sering kali menjadi satu-satunya pilihan yang tersedia, meskipun membawa risiko bunga tinggi yang menjerat.
Kehadiran PNM Mekaar di Morotai, Tidore, Weda, dan Sofifi diproyeksikan menjadi pintu keluar dari jeratan tersebut.
Program Mekaar menawarkan pendekatan yang berbeda dari lembaga keuangan konvensional. Di lapangan, program ini tidak hanya memberikan kucuran dana segar, tetapi juga mengedepankan aspek pendampingan secara berkala.
Para nasabah mendapatkan pelatihan mengenai pendampingan rutin dan penguatan kapasitas, mulai dari pengelolaan keuangan sederhana hingga membangun disiplin usaha.
Pola pendampingan berkelanjutan ini dinilai sangat relevan bagi karakteristik masyarakat kepulauan yang sebagian besar mengandalkan usaha rumahan skala kecil sebagai tulang punggung ekonomi keluarga.
Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa ekspansi ke wilayah Maluku Utara bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan nasabah, melainkan bagian dari visi jangka panjang perusahaan.
PNM ingin memastikan bahwa pembangunan ekonomi nasional bersifat inklusif, di mana tidak ada satu pun kelompok masyarakat yang ditinggalkan hanya karena kendala lokasi.
Dodot menjelaskan bahwa setiap langkah ekspansi ke wilayah pelosok telah melalui pertimbangan matang untuk membangun ekosistem pemberdayaan yang kuat.
"Pihak PNM memiliki dedikasi untuk terus hadir bahkan di lokasi-lokasi yang paling sulit diakses sekalipun. Kami berupaya memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk kaum perempuan dari keluarga prasejahtera di daerah kepulauan, memperoleh kesempatan yang setara dalam mengakses layanan keuangan yang terlindungi, sah secara hukum, dan mendapatkan bimbingan yang tepat," jelas Dodot.
Kehadiran unit layanan baru ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi para nasabah. Dengan bunga yang terjangkau dan proses yang transparan, perempuan di Maluku Utara kini memiliki sandaran finansial yang legal untuk mengembangkan potensi lokal mereka.
Langkah PNM ini sejalan dengan strategi makro Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan.
Di wilayah seperti Weda dan Morotai yang memiliki potensi sumber daya alam melimpah, keberadaan layanan keuangan yang terpercaya menjadi katalisator penting bagi pertumbuhan usaha mikro.
Ketika perempuan pengusaha ultra mikro mampu mengelola usahanya dengan lebih baik, dampak berantainya akan terasa langsung pada ekonomi keluarga, mulai dari pemenuhan gizi anak hingga keberlanjutan pendidikan.
Pada skala yang lebih luas, kontribusi kecil dari ribuan ibu-ibu pengusaha ini akan terakumulasi menjadi penggerak ekonomi daerah yang signifikan.
Pemberdayaan perempuan melalui PNM Mekaar membuktikan bahwa harapan untuk maju bisa tumbuh di mana saja, termasuk di pulau-pulau terluar Indonesia.
Selama terdapat akses terhadap modal yang adil dan pendampingan yang tulus, kemandirian ekonomi bukan lagi sekadar impian bagi perempuan di Maluku Utara.

Share this article
PNM buka 4 unit Mekaar baru di Maluku Utara! Simak strategi Gubernur Sherly Tjoanda & PNM dalam memberdayakan perempuan di wilayah terluar.