AYOJAKARTA.COM — Pemerintah Indonesia kembali melakukan proses penyaluran bantuan sosial berupa Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk tahap kedua tahun 2025.
Pencairan BPNT tahun 2025 dibagi menjadi tiga tahap:
1). Tahap pertama yang telah selesai disalurkan dari Januari hingga Maret.
2). Tahap kedua yang sedang berlangsung dari April hingga Juni.
3). Tahap ketiga yang akan dilaksanakan pada Juli hingga September.
Baca Juga: Siap-Siap! KPM PKH akan Terima Bansos PKH, BPNT, dan PIP pada Pencairan Tahap Kedua 2025
Total bantuan BPNT yang disediakan pemerintah mencapai Rp600.000, dengan masing-masing tahap sebesar Rp200.000 yang akan ditransfer langsung ke rekening penerima yang terdaftar dalam program BPNT.
Pencairan tahap kedua ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memberikan bantuan pangan yang tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan selama tahun 2025.
Untuk mengecek status sebagai penerima manfaat BPNT, terdapat dua metode yang dapat digunakan oleh masyarakat, yaitu melalui website resmi dan aplikasi.
Pengecekan melalui website resmi dapat dilakukan dengan mengunjungi situs cekbansos.go.id.
Proses pengecekan sangat mudah dan terdiri dari lima langkah sederhana:
1. Memasukkan data wilayah tempat tinggal sesuai KTP yang meliputi provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan kelurahan/desa;
2. Mengetikkan nama penerima manfaat sesuai dengan nama yang tertera pada KTP;
3. Melakukan verifikasi keamanan dengan memasukkan kode CAPTCHA;
4. Mengklik tombol "Cari Data"; dan
5. Menunggu hasil pengecekan yang akan menampilkan status sebagai penerima atau bukan penerima manfaat bantuan.
Baca Juga: Gratis! Sekolah Rakyat Resmi Dibuka Tahun 2025: Prioritas Bagi Penerima Bansos PKH dan BPNT
Jika tercatat sebagai penerima manfaat, maka bantuan sebesar Rp200.000 akan langsung ditransfer ke rekening yang telah terdaftar.
Dalam praktiknya, proses pengecekan status penerima BPNT melalui website resmi tidak memakan waktu lama dan sangat efisien.
Saat melakukan pengecekan, masyarakat perlu memasukkan data wilayah dan nama sesuai KTP, kemudian melakukan verifikasi keamanan, dan terakhir mengklik tombol pencarian.
Hasil yang ditampilkan akan langsung menunjukkan status apakah seseorang merupakan penerima manfaat BPNT atau tidak.
Proses verifikasi ini penting dilakukan untuk memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Dengan sistem pengecekan yang mudah dan cepat ini, diharapkan masyarakat dapat dengan segera mengetahui status penerimaan bantuannya dan mengakses dana bantuan yang telah disediakan oleh pemerintah.***

Share this article
Jika tercatat sebagai penerima manfaat, maka bantuan sebesar Rp200.000 akan langsung ditransfer ke rekening.