Selain Pemblokiran dan Pemutusan, Ternyata Ini Alasan Bantuan KJP Plus Mendadak Mengalami Penundaan

Selain Pemblokiran dan Pemutusan, Ternyata Ini Alasan Bantuan KJP Plus Mendadak Mengalami Penundaan
Selain Pemblokiran dan Pemutusan, Ternyata Ini Alasan Bantuan KJP Plus Mendadak Mengalami Penundaan

AYOJAKARTA.COM -- Memasuki akhir tahun, sejumlah peserta didik yang terdaftar sebagai penerima bantuan KJP Plus sudah mulai tersenyum.

Di samping karena penerima manfaat bantuan KJP Plus sudah cair, penantian lama yang dilakukan penerima manfaat akhirnya berbuah hasil.

Bagi penerima manfaat bantuan KJP Plus yang sudah menerima bantuan, selain perlu bersyukur juga perlu bersikap bijaksana.

Baca Juga: Mengungkap Kepribadian Seseorang dari Ukuran Jari Kelingking, Kamu Tipe Penyayang atau Pendiam?

Menggunakan bantuan biaya pendidikan sesuai dengan ketentuan dan peruntukkan merupakan perilaku yang dianjurkan.

Sebab penyalahgunaan terhadap bantuan biaya pendidikan, bisa berdampak pada penghentian atau pemutusan.

Namun demikian, tidak sedikit pula penerima manfaat bantuan KJP Plus yang justru masih diselimuti dengan kecemasan dan keraguan.

Hal tersebut terjadi lantaran sudah menunggu cukup lama, tetapi tanda-tanda bantuan akan cair masih belum juga hadir.

Bagi penerima bantuan KJP Plus yang belum mendapatkan pencairan, selain perlu menunggu juga bisa mempertanyakan ke pihak sekolahan.

Baca Juga: Tes kepribadian: Coba Tebak Mana Bayi Perempuan pada Gambar? Jawabanmu Ungkap Jati diri yang Dimiliki

Pada sejumlah kasus, penerima manfaat bantuan yang mengalami penundaan atau pemutusan biasanya akan diketahui oleh sekolah.

Apabila ternyata status pemberian bantuan sudah tidak lagi diberikan, hal tersebut bisa dipastikan karena adanya pemutusan.

Pemutusan bantuan KJP Plus, di samping karena terbukti melakukan pelanggaran juga dapat disebabkan terhapusnya nama penerima dari daftar DTKS.

Untuk bisa kembali mendapatkan bantuan, calon penerima manfaat KJP Plus bisa melakukan pengisian ulang pada saat pencatatan DTKS terbaru.

Sehubungan dengan waktu pendataan, meski belum diketahui kepastian waktunya namun pengisian DTKS untuk tahun 2024 akan kembali dilakukan.

Jika status penerima manfaat KJP Plus tidak terblokir atau terputus tetapi belum kunjung menerima bantuan, menunggu merupakan hal yang perlu dilakukan.

Guna memastikan waktu pencairan bantuan, penerima manfaat bisa menunggu sekitar tiga sampai dengan empat pekan.

Namun demikian, apabila dalam periode tersebut bantuan juga belum bisa diterima, maka tindakan lanjutan perlu dilakukan.

Baca Juga: 8 Tanda Orang yang Tidak Suka Denganmu Meski Mereka Bersikap Baik, Yuk Kenali Ciri-Cirinya

Langkah pertama adalah dengan memastikan melalui website terkait dengan kepastian sebagai penerima bantuan, kemudian dicetak.

Berbekal hasil pencetakan tersebut, penerima manfaat bisa mendatangi pihak sekolah untuk meminta surat keterangan tambahan.

Dengan berbekal kedua dokumen tersebut, penerima manfaat bisa mendatangi kantor P4OP untuk mendapatkan rincian penjelasan.

Dalam sejumlah catatan, keterlambatan pencairan bantuan KJP Plus terjadi karena adanya perbedaan atau selisih nama Wali atau Penanggung Jawab.

Demikian seperti dirangkum Ayojakarta pada Selasa, 5 Desember 2023 dari kanal Youtube Eka Nur Aripin.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# penundaan
# Alasan
# Bantuan
# pencairan
# kjp plus

News Update

Metropolitan

Kunjungan Turis DKI Jakarta Tembus Jutaan, Ekonomi Ibu Kota Berhasil Capai Rp 67,5 Triliun!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, ke Ibu Kota mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Metropolitan

Siap Hadirkan Ruang Publik Sehat, Pemprov DKI Targetkan Bangun 10 RTH Baru hingga Akhir 2026!

Hingga akhir tahun 2026 mendatang, Pemprov Jakarta menargetkan pembangunan 10 ruang terbuka hijau (RTH) baru di berbagai titik.

Metropolitan

Kolaborasi Homy Nomad Fatmawati dan Flow Society Gelar Yoga Seamless Strength

Homy Nomad Fatmawati berkolaborasi dengan komunitas yoga Flow Society menggelar kegiatan yoga

Bisnis

Tiga Strategi Utama SMF untuk Dukung Likuiditas Lembaga Penyalur Kredit

Dalam memperkuat perannya di sektor pembiayaan perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalankan tiga strategi utama, yaitu mendukung program Pemerintah menyediakan likuiditas

Bisnis

Per Juni 2026, SMF Bukukan Akumulasi Penyaluran Pembiayaan Sebesar Rp141,61 triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas sekaligus alat fiskal Pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pembiayaan perumahan

News

Lembaga Baru! Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia, Tugasnya Apa?

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.