AYOJAKARTA.COM - Samsung tengah menyiapkan seri flagship terbarunya, Galaxy S26, yang diprediksi membawa peningkatan besar, terutama pada sisi konektivitas, kamera, dan teknologi AI.
Namun, kabar kurang menyenangkan juga beredar karena harga seri S26 diperkirakan lebih mahal dibanding Galaxy S25. Apa penyebabnya? Seri Galaxy S di segmen premium memang terkenal mahal, namun pengguna setia tetap membelinya.
Bahkan, Galaxy S25 Ultra mencatat penjualan meningkat. Meski begitu, Samsung diprediksi akan menaikkan harga S26 karena biaya produksi meningkat, terutama pada komponen memori.
Baca Juga: Kamu Konten Kreator? Ini Perbandingan Spesifikasi Infinix GT 30 Pro dan Xiaomi Poco X7 Pro
Dilansir dari YouTube Tcol Tech, kenaikan harga chip memori termasuk HBM (High Bandwidth Memory) yang enam kali lebih mahal dari DRAM biasa bakal ikut menekan biaya produksi.
Ditambah, tren AI di ponsel menuntut kapasitas dan bandwidth memori lebih besar, sehingga produsen tak punya pilihan selain mengikuti pasar.
Kabar menarik datang dari chipset. Exynos 2600 dilaporkan telah memasuki fase produksi massal dengan fabrikasi 2nm. Chip ini digadang lebih efisien dan lebih murah dibanding Snapdragon generasi terbaru, sehingga berpotensi menekan biaya perangkat.
Samsung juga dikabarkan akan menggunakan chip konektivitas Exynos S6568, mendukung Bluetooth 6.1 dan Wi-Fi yang lebih aman serta hemat daya. Strategi ini mirip pendekatan Apple pada seri iPhone 17, yang memisahkan prosesor konektivitas khusus.
Baca Juga: Spesifikasi OPPO FIND X9: Kamera Flagship, Baterai Jumbo, dan Fitur AI yang Makin Pintar
Namun perlu dicatat, produksi awal Exynos hanya 30% dari total seri S26, sehingga kemungkinan model berbasis Snapdragon tetap hadir untuk beberapa pasar. Untuk sektor kamera, rumor menyebut:
- S26 reguler tetap pakai 50MP, tapi dengan sensor lebih besar untuk low light lebih baik
- S26 Ultra berpotensi membawa kamera telephoto 200MP dengan zoom 5x
- Kamera telephoto sekunder naik ke 50MP 3,5x zoom
- Kemungkinan hadir kembali fitur aperture variabel
Meski ada rumor ekstrem soal sensor 324MP, ini masih spekulasi dan belum dapat dipastikan. Bocoran soal baterai masih beragam:
- Kapasitas kemungkinan tetap 5.000 mAh
- Charging bisa naik menjadi ~60W
- Semua model rumornya sudah mendukung Qi2 wireless charging
Baca Juga: Xiaomi 17 Pro Max vs iPhone 17, Siapa Raja Flagship 2025? Ini Kata David GadgetIn
Produksi massal diprediksi mulai akhir 2025 hingga awal 2026, sehingga peluncuran bisa mundur 1–2 bulan dari kebiasaan Samsung.
Samsung Galaxy S26 membawa potensi besar di konektivitas, AI, dan kamera. Namun, peningkatan teknologi tampaknya datang bersamaan dengan harga yang ikut naik. Kita tunggu apakah inovasi ini sepadan dan apakah Samsung mampu mempertahankan dominasinya di kelas flagship.***

Share this article
Galaxy S26 diprediksi lebih mahal karena biaya memori dan komponen naik. Pakai Exynos 2600 & chip konektivitas baru, dukung Bluetooth 6.1, upgrade kamera, Qi2, tapi rilis bisa mundur 1–2 bulan.