AYOJAKARTA.COM - Qualcomm kembali mengguncang dunia teknologi lewat Snapdragon Summit 2025 di Maui, Hawaii. Bukan sekadar pamer inovasi, ajang ini menunjukkan bagaimana masa depan mobile, laptop, hingga AI akan bekerja semakin cepat, cerdas, dan efisien—bahkan menyaingi kemampuan manusia dalam mengambil keputusan harian.
Suasana santai dan tropis di Maui justru menjadi panggung lahirnya teknologi masa depan. Para jurnalis, konten kreator, dan eksekutif teknologi berkumpul, mulai dari menikmati sarapan, bekerja di press room, hingga menghadiri keynote yang penuh pengumuman besar.
AnTuTu Tembus 4,2 Juta
Dilansir dari YouTube Jagat Review, highlight pertama jelas datang dari Snapdragon 8 Elite Gen 5, chip ponsel terbaru dengan skor AnTuTu tembus 4,26 juta. Bahkan dalam kondisi terburuk saja, angka 3,7–3,8 juta tetap jauh di atas chipset premium saat ini.
Baca Juga: Penting! BMKG Peringatkan Banjir Rob Awal November di 10 Wilayah Pesisir DKI Jakarta Ini!
“Kenapa butuh performa segila itu?” Jawabannya sederhana, kebutuhan konten dan produktivitas makin berat. Editing video 4K60 fps, gaming grafis tinggi tanpa frame drop, hingga penggunaan AI lokal jelas membutuhkan tenaga ekstra.
Jadi bukan sekadar angka—ini soal efisiensi kerja dan pengalaman yang lebih nyaman. Qualcomm juga memperkenalkan Snapdragon X2 Elite & X2 Elite Extreme, yang siap menantang dominasi Intel dan AMD di laptop.
Dengan hingga 18 core, cache besar 53MB, dan memori 192-bit LPDDR5X, laptop berbasis Snapdragon kini semakin beringas. Klaim performanya? Hingga 75% lebih cepat pada daya yang sama, plus efisiensi baterai yang bisa tembus 20 jam lebih.
Dan isu kompatibilitas? Qualcomm menegaskan ekosistemnya sudah matang software populer seperti Adobe, Office, Chrome, CapCut hingga DaVinci telah mendukung ARM secara native atau optimal di emulator.
Baca Juga: Komisi D DKI Jakarta Imbau Anggaran APBD DKI Jakarta Digunakan Program Prioritas
Pendek kata, laptop tipis kini tidak lagi lemah. Salah satu konsep terbesar tahun ini adalah AI agent hybrid, kombinasi pemrosesan lokal + cloud.
Perangkat akan memahami preferensi pribadi (misal makanan halal, preferensi kursi pesawat), lalu cloud mengurus pencarian data dan eksekusi, seperti memesan hotel atau tiket otomatis.
Kuncinya ada pada NPU hingga 80 TOPS, dua kali lipat kemampuan AI generasi sebelumnya. Qualcomm juga mengisyaratkan kesiapan awal menuju teknologi 6G yang diprediksi mulai diuji pada 2028 dan komersial sekitar 2030. Singkatnya, masa depan konektivitas sudah disiapkan dari sekarang.
Snapdragon Summit 2025 bukan sekadar pamer teknologi. Qualcomm mengirim pesan jelas, era komputasi mobile super-pintar sudah dimulai, dari smartphone, laptop, hingga AI personal yang benar-benar membantu kehidupan sehari-hari.***
Share this article
Qualcomm umumkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 dengan skor AnTuTu 4,2 juta, chipset laptop X2 Elite super efisien, serta AI hybrid lebih pintar menuju era komputasi mobile dan laptop masa depan.