AYOJAKARTA.COM – Sempat tuai laporan masyarakat, tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) RW 01, Kelurahan Cakung Barat, Jakarta Timur, selesai dibersihkan pada Kamis, 9 Juli 2026.
Setelah melalui proses pembersihan intensif selama kurang lebih tiga hari, sebanyak 45 ton sampah yang sempat menggunung kini telah tuntas diangkut.
Langkah cepat ini dilakukan oleh Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup (Satpel LH) Kecamatan Cakung untuk memastikan kebersihan lingkungan di area belakang Pasar Cakung tersebut kembali terjaga.

Seluruh sampah yang terkumpul kemudian langsung dibawa menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.
Kepala Satpel LH Kecamatan Cakung, Encep Suryana, mengonfirmasi bahwa target pembersihan yang dicanangkan telah tercapai tepat waktu pada hari ini.
"Sesuai target yang kami sampaikan sebelumnya, hari Kamis ini seluruh proses pembersihan sudah rampung. Tidak ada lagi tumpukan sampah di TPS belakang Pasar Cakung," ujar Encep Suryana pada Kamis, 9 Juli 2026.

Demi mempercepat penanganan di lapangan, pihak Satpel LH tidak main-main dalam mengerahkan armada.
Setidaknya ada enam unit kendaraan pengangkut sampah yang diterjunkan ke lokasi, yang terdiri dari:
* 5 unit truk typer berkapasitas lima ton.
* 1 unit truk typer besar berkapasitas 10 ton.
Pengerahan armada ini terbukti efektif dalam menyisir tumpukan sampah yang volumenya cukup besar di kawasan yang berdekatan dengan Rusun KM 21 tersebut.
Meskipun pembersihan telah selesai, Lurah Cakung Barat, Yasir Habib Putra, menjelaskan bahwa TPS tersebut akan tetap difungsikan sebagaimana mestinya karena statusnya yang resmi.

Bahkan, keberadaan TPS ini disebut sudah ada jauh sebelum Rusun KM 21 berdiri.
Namun, agar kejadian penumpukan serupa tidak terulang kembali, pihak kelurahan kini mendorong adanya skema pengelolaan sampah yang lebih baik, terutama bagi pihak pengelola pasar.
"Kami mendorong pengelolaan sampah Pasar Cakung dilakukan secara mandiri atau bekerja sama dengan pihak ketiga," ungkap Yasir.
Selain itu, Yasir juga memberikan pesan penting bagi masyarakat sekitar untuk mulai mengubah pola pikir dalam menangani sampah rumah tangga.
Warga diajak untuk lebih peduli dengan cara memilah dan mengolah sampah langsung dari sumbernya agar beban di TPS tidak lagi berlebih di masa mendatang.***
Share this article