AYOJAKARTA.COM - Samsung kembali bikin dunia gadget geleng-geleng kepala. Bukan dengan Galaxy S25 Ultra atau Galaxy Z Fold 7, tapi lewat Samsung Galaxy Z Trifold, ponsel lipat tiga yang akhirnya bisa disentuh langsung.
Tech reviewer David GadgetIn menyebutnya sebagai “raja terakhir Galaxy” karena konsep dan eksekusinya benar-benar beda dari yang lain.
“Ini bukan HP lipat tiga pertama di dunia, tapi Samsung punya caranya sendiri biar Trifold ini kerasa lebih masuk akal buat dipakai sehari-hari,” ujar David saat menjajal langsung perangkat ini di kantor Samsung Indonesia.
Berbeda dengan Huawei Mate XT yang semua layarnya berada di satu sisi dan dilipat zig-zag, Samsung Galaxy Z Trifold mengusung pendekatan unik. Samsung memisahkan layar keras dan layar fleksibel. Hasilnya, Trifold ini justru terasa lebih aman dan tangguh.
“Layarnya mau ditekan, digesek, dipakai kasar juga nggak masalah. Karena layar luarnya pakai Gorilla Glass Victus Ceramic 2, keras kayak HP flagship biasa,” jelas David.
Secara teknis, Galaxy Z Trifold ini seperti punya empat layar. Tiga layar fleksibel di bagian dalam, dan satu layar keras di luar. Ini membuatnya lebih tahan dibanding desain full flexible milik kompetitor. Namun, pendekatan ini juga membawa kompromi.
Pengguna hanya bisa memilih dua mode, yaitu mode HP 6,5 inci atau mode tablet 10 inci. Tidak ada mode setengah terbuka seperti Z Fold biasa.
Meski tebal saat dilipat penuh (12,9 mm), Samsung berhasil menekan ketebalan tiap panel hingga sekitar 4 mm. Bobotnya memang berat untuk ukuran ponsel, 309 gram, tapi justru ringan jika dibandingkan tablet berlayar serupa.
“Kalau dibandingin sama tablet, ini enteng banget. Tablet 10 inci biasanya 500–600 gram, ini cuma setengahnya,” kata David. Nilai jual utama Galaxy Z Trifold ada pada pengalaman software.
Samsung menyematkan Samsung DeX bawaan, yang langsung aktif di layar besar tanpa perlu monitor eksternal. Trifold ini bisa berubah jadi “laptop mini” lengkap dengan multitasking, multi-window, dan dukungan keyboard serta mouse Bluetooth.
Untuk spesifikasi, Galaxy Z Trifold sejajar dengan flagship Samsung terbaru. Ditenagai Snapdragon 8 Elite, RAM 16 GB, storage 512 GB, kamera utama 200 MP, baterai 5.600 mAh dengan fast charging 45W, serta sertifikasi tahan air IP48. Menariknya, charger dan casing sudah termasuk dalam boks penjualan.
“Kesan pertama saya, Trifold ini beneran bisa dipakai. Bukan cuma simbol status, tapi alat kerja dan hiburan yang fungsional,” tegas David GadgetIn.
Sayangnya, hingga kini belum ada kepastian apakah Samsung Galaxy Z Trifold akan masuk resmi ke Indonesia. Saat ini perangkat tersebut baru tersedia terbatas di beberapa negara seperti Korea dan Singapura, bahkan dengan skema pembelian khusus.
Satu hal jelas, Samsung Galaxy Z Trifold bukan sekadar pamer inovasi. Ini adalah bukti pengalaman panjang Samsung di dunia foldable yang kini naik kelas ke level baru.***

Share this article
Samsung Galaxy Z Trifold hadir sebagai HP lipat tiga dengan 4 layar, desain lebih aman, dan Samsung DeX bawaan. David GadgetIn menilai inovasinya matang dan siap dipakai harian.