AYOJAKARTA.COM - Samsung kembali mengguncang dunia teknologi lewat bocoran Galaxy S26 Series, khususnya Galaxy S26 Ultra.
Bukan sekadar peningkatan spesifikasi, lini flagship terbaru ini digadang-gadang membawa fitur revolusioner yang bisa mengubah cara kita menggunakan smartphone, terutama saat berada di lokasi tanpa sinyal.
Berdasarkan dokumen sertifikasi FCC, Samsung Galaxy S26, S26 Plus, dan S26 Ultra akan mendukung komunikasi satelit melalui teknologi Supplemental Coverage from Space (SCS).
Artinya, pengguna tetap bisa mengirim pesan atau melakukan panggilan darurat meski berada di area terpencil tanpa jaringan seluler.
Teknologi ini bekerja sama dengan penyedia layanan satelit seperti Skylow, yang menghubungkan smartphone langsung ke satelit aktif.
Meski awalnya diprediksi hanya tersedia di negara tertentu seperti Amerika Serikat, fitur ini jelas menjadi lompatan besar dalam aspek keamanan dan konektivitas.
Tak hanya itu, Samsung akhirnya mendengar keluhan pengguna soal kapasitas penyimpanan.
Galaxy S26 Series dikabarkan akan meninggalkan opsi memori awal 128GB. Langkah ini dinilai sangat relevan, mengingat ukuran aplikasi, foto, dan video terus membengkak.
Peningkatan storage ini juga diyakini berdampak pada performa karena Samsung disebut tidak lagi memakai jenis memori yang lebih lambat di varian dasar.
Dari sisi layar, Galaxy S26 Ultra disebut akan menggunakan panel M14 OLED 6,89 inci dengan true 10-bit display.
Ini berarti layar mampu menampilkan lebih dari satu miliar warna, jauh melampaui panel 8-bit generasi sebelumnya.
Hasilnya adalah gradasi warna yang lebih halus, HDR lebih realistis, dan pengalaman visual kelas atas.
Tipster ternama Ice Universe menyebut peningkatan ini sebagai salah satu lompatan terbesar Samsung di sektor display.
Namun, ada satu hal yang menuai pro dan kontra, yakni teknologi privacy display Flex Magic Pixel.
Fitur ini memungkinkan layar tidak bisa dilihat dari sudut samping, menjaga privasi pengguna di ruang publik.
Sayangnya, teknologi ini dirumorkan hanya tersedia di Galaxy S26 Ultra. Jika benar, keputusan ini bisa memicu kritik karena privasi dianggap sebagai hak dasar, bukan fitur premium.
Menariknya, Samsung juga sempat mengeksplorasi tombol kamera khusus dengan gesture sentuh, mirip milik iPhone.
Meski akhirnya tidak hadir di desain final, rumor ini menunjukkan Samsung serius mengembangkan pengalaman fotografi yang lebih intuitif.
Dengan dukungan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Wi-Fi 7, Bluetooth LE, UWB, hingga wireless charging, Galaxy S26 Series diperkirakan meluncur akhir Februari 2026 dan mulai dijual Maret 2026.
Jika semua bocoran ini akurat, Samsung Galaxy S26 Ultra bukan cuma flagship biasa, melainkan penanda era baru smartphone super cerdas dan selalu terhubung.***
Share this article
Samsung Galaxy S26 Ultra dikabarkan hadir dengan fitur komunikasi satelit, layar 10-bit, storage lebih besar, dan teknologi privasi. Inovasi ini siap mengubah cara pengguna tetap terhubung.