AYOJAKARTA.COM - Dunia teknologi tengah bergejolak menanti peluncuran Samsung Galaxy S26 Series yang dijadwalkan pada 25 Februari 2026 di San Francisco.
Namun, alih-alih sambutan meriah, gelombang kekecewaan justru mulai muncul. Mengapa?
Jawabannya bukan pada teknologinya, melainkan pada label harga yang diprediksi akan menguras kantong lebih dalam dari sebelumnya.
Dilansir dari YouTube Tcol tech, ada tren kenaikan harga yang mungkin membuat pelanggan berpikir dua kali untuk melakukan upgrade tahun ini.
Mari kita bedah tuntas mengapa Galaxy S26 bisa menjadi debut flagship paling kontroversial dari Samsung.
Lonjakan Harga yang Tidak Masuk Akal?
Estimasi menunjukkan bahwa seri S26 akan dibanderol sekitar $70 lebih mahal dibandingkan pendahulunya.
- Galaxy S26 (Varian Dasar): Diprediksi menyentuh angka $835 (sekitar Rp13 jutaan).
- Galaxy S26 Ultra: Bisa mencapai $1,525 (sekitar Rp24 jutaan).
Angka ini melampaui biaya sewa bulanan apartemen bagi banyak orang. Pertanyaannya, Apakah kenaikan ini sebanding dengan fitur yang ditawarkan?
Kamera Sama, Harga Beda
Inilah poin yang paling mengecewakan. Samsung meminta Anda membayar lebih untuk pengalaman kamera yang hampir identik dengan S25.
- S26 & S26 Plus: Masih mengusung konfigurasi sensor yang sama dengan tahun lalu.
- S26 Ultra: Kabar buruknya, sensor telefoto justru diprediksi lebih kecil. Anda membayar lebih mahal untuk spesifikasi yang secara teknis "menyusut" di beberapa bagian.
Mengapa Samsung "Memaksa" Naik Harga?
Samsung sebenarnya sedang terjepit. Laporan dari Counterpoint Research menyebutkan biaya memori (DRAM dan NAND Flash) melonjak 80-90% di awal 2026.
Ditambah lagi, kenaikan tarif produksi chipset oleh TSMC membuat ongkos produksi (Bill of Materials) membengkak hingga 25%.
Samsung berada di antara pilihan sulit: memotong margin keuntungan atau membebankan biaya tersebut kepada konsumen.
Desain dan Fitur AI: Penyelamat atau Pemanis?
Untuk menjustifikasi harga, Samsung menghadirkan penyegaran desain dengan modul kamera yang lebih menyatu (seamless) dengan bodi.
Ada juga fitur Privacy Display untuk keamanan data profesional dan optimasi AI (Artificial Intelligence) yang lebih intuitif dalam manajemen baterai serta teks prediktif.
Namun, jujur saja, banyak fitur AI ini berbasis perangkat lunak yang secara teori bisa diberikan ke model lama melalui pembaruan OS.
Layakkah Samsung Galaxy S26 Series Ditunggu?
Jika Anda saat ini menggunakan Galaxy S24 atau S25, melompat ke S26 terasa seperti keputusan yang kurang bijak secara finansial.
Dengan kenaikan harga yang melampaui rata-rata industri, tahun 2026 mungkin menjadi tahun di mana kita harus lebih selektif.
Terkadang, upgrade terbaik adalah dengan tidak membeli perangkat baru yang hanya menawarkan perubahan inkremental.
Jadi, apakah Anda tetap berminat meminang Samsung Galaxy S26 Ultra meskipun harganya melambung tinggi?***

Share this article
Samsung S26 Series (2026) rilis 25 Feb! Harga naik $70 (Ultra capai $1.525), tapi kamera mirip S25. Dampak krisis memori & chip, mending tahan diri atau skip upgrade tahun ini. Cek review dulu!