AYOJAKARTA.COM - Samsung kembali meramaikan pasar midrange lewat Galaxy A57 5G.
Ponsel ini langsung menarik perhatian, bahkan sebelum resmi beredar luas.
Tech reviewer, David GadgetIn mengungkapkan bahwa antusiasme publik terhadap seri A tetap tinggi, meski persaingan semakin ketat.
“Jarang-jarang loh nama Samsung emang segitunya ya, banyak orang tetap tahunya dan maunya sama Samsung aja,” ujar David GadgetIn di chanel Youtube-nya.
Namun di balik popularitas tersebut, muncul pertanyaan penting: apakah Galaxy A57 benar-benar upgrade signifikan dari pendahulunya?
Desain Lebih Tipis dan Ringan
Salah satu peningkatan paling terasa ada pada desain. Galaxy A57 kini lebih ringan dengan bobot sekitar 180 gram, serta lebih tipis di angka 6,9 mm.
Material premium tetap dipertahankan dengan Gorilla Glass Victus Plus di depan dan belakang, serta frame aluminium. David mengakui peningkatan ini terasa nyata saat digunakan.
“Combo body yang lebih tipis sama bobot yang lebih enteng tadi bikin feel megang A57 ini jauh lebih nyaman,” katanya.
Selain itu, bezel layar kini lebih tipis, memberikan tampilan lebih modern dan mendekati desain flagship Samsung.
Performa Naik Tipis, Tapi Kurang Menggugah
Sayangnya, peningkatan tidak terasa signifikan di sektor performa. Galaxy A57 menggunakan chipset Exynos 1680, yang secara teknis hanya mengalami perubahan komposisi core dari generasi sebelumnya.
“Upgrade-nya itu kok tidak menggairahkan ya? Enggak bikin semangat,” kritik David GadgetIn.
Dalam pengujian, performa memang meningkat di benchmark, namun untuk gaming belum optimal.
Game seperti Mobile Legends belum stabil di 120 FPS, sementara game berat seperti Genshin Impact hanya berjalan di kisaran 40 FPS dengan suhu cukup tinggi.
Kamera dan Baterai
Untuk sektor kamera, Galaxy A57 tidak membawa perubahan berarti. Konfigurasi masih sama: kamera utama 50 MP, ultrawide 13 MP, dan makro 5 MP.
“Hasil fotonya pun kelihatan sama… karakter warnanya cerah tapi agak flat,” jelas David.
Meski begitu, ada peningkatan kecil pada video, terutama transisi zoom yang lebih halus.
Kamera selfie juga dinilai cukup solid dengan perekaman hingga 4K 30 fps.
Baterai tetap di 5.000 mAh dengan performa yang tergolong standar. Pengisian daya 45W mampu mengisi hingga 64% dalam 30 menit.
Worth It atau Tidak?
Harga menjadi faktor krusial. Dengan selisih harga yang cukup jauh dari Galaxy A56, David menyarankan untuk lebih bijak dalam memilih.
“Kalau harga terlalu tinggi, itu jelas kemahalan… mending lirik seri lain yang lebih powerful,” tegasnya.
Kesimpulannya, Galaxy A57 5G adalah pilihan aman bagi pengguna setia Samsung yang mengutamakan desain dan kenyamanan.
Namun, bagi yang mencari peningkatan performa signifikan, opsi lain di kelas harga serupa bisa jadi lebih menarik.***
Share this article
Galaxy A57 5G unggul di desain lebih tipis, ringan, dan bezel modern. Namun, performa Exynos 1680 & kamera minim peningkatan. Opsi aman bagi pecinta kenyamanan Samsung, meski kurang gahar untuk gaming