AYOJAKARTA.COM - Kehadiran Samsung Galaxy A57 langsung mencuri perhatian, terutama bagi pengguna seri A yang menunggu peningkatan signifikan.
Desain lebih ramping, bobot lebih ringan, hingga pembaruan fitur membuat perangkat ini terlihat lebih modern.
Namun, apakah peningkatan tersebut benar-benar terasa dalam penggunaan sehari-hari?
Tech reviewer Youtuber Cupu mengungkapkan impresi awalnya cukup positif. “Peningkatan paling berasa itu pas kita pegang, lebih enteng sekitar 19 gram dan lebih tipis juga, ini lumayan ke-notice sih,” ujarnya di chanel Youtube.
Secara desain, Samsung memang tampak serius mengejar tren smartphone tipis tanpa mengorbankan kapasitas baterai.
Dari sisi layar, Galaxy A57 masih mengusung panel 6,7 inci, namun kini menggunakan Super AMOLED Plus.
Meski Samsung tidak menjelaskan detail peningkatan ini, kemungkinan berkaitan dengan efisiensi daya dan bezel yang lebih tipis. Hasilnya, tampilan terasa lebih imersif dibanding generasi sebelumnya.
Performa juga mendapat upgrade lewat chipset Exynos 1680, naik dari Exynos 1580 di A56.
Berdasarkan pengujian, skor AnTuTu mencapai sekitar 1,4 juta, atau meningkat sekitar 10 persen.
“Enggak sampai lompat jauh, tapi tetap ada peningkatan,” kata Youtuber Cupu.
Dengan tambahan vapor chamber lebih besar, suhu perangkat juga lebih stabil saat digunakan.
Untuk kamera, spesifikasinya memang terlihat mirip, namun ada peningkatan pada pemrosesan gambar.
Area gelap kini lebih terang dan detail lebih terangkat. Selain itu, perpindahan lensa saat merekam video terasa lebih mulus, sebuah peningkatan kecil tapi penting.
Meski begitu, ia mengkritisi keberadaan lensa makro. “Jujur aja, gua lebih prefer dihilangin aja biar ultrawide-nya di-upgrade,” tambahnya.
Galaxy A57 juga membawa fitur konektivitas baru seperti Bluetooth 6.0 dan WiFi 6E.
Teknologi ini menjanjikan latensi lebih rendah, koneksi lebih stabil, serta potensi integrasi lebih baik dengan perangkat IoT di masa depan.
Di sisi software, One UI 8.5 berbasis Android 16 menghadirkan sejumlah fitur baru seperti private album dan AI transcription.
Fitur ini memungkinkan pengguna mengubah suara menjadi teks secara otomatis—berguna untuk meeting atau catatan cepat.
Meski belum ada harga resmi di Indonesia, bocoran dari pasar global menyebutkan kisaran Rp7–11 jutaan. Jika benar, ini menandakan tren kenaikan harga smartphone di 2026.
Kesimpulannya, Samsung Galaxy A57 menawarkan peningkatan yang terasa di desain, performa, dan fitur.
Namun, upgrade ini lebih bersifat evolusi daripada revolusi. Bagi pengguna A56, keputusan upgrade sebaiknya mempertimbangkan kebutuhan, bukan sekadar spesifikasi.***
Share this article
Samsung Galaxy A57 unggul di desain tipis, chipset Exynos 1680 (AnTuTu 1,4jt), dan layar Super AMOLED Plus. Ada fitur AI Transcription & WiFi 6E. Upgrade ini bersifat evolusi dari A56. Harga Rp7-11jt.