AYOJAKARTA.COM - Menurut psikolog Indah di akun TikTok pribadinya @sundarindah, cinta bukanlah sesuatu yang bisa diukur atau dihitung seperti matematika.
Dalam hubungan romantis, memberi 50 bukan berarti kamu harus mengharapkan imbalan 50. Demikian pula, jika pasanganmu memberi 100, kamu tidak harus menyamai jumlah tersebut.
Terkadang, kamu mungkin memberi 10, dan 1 atau 2 pasanganmu sebagai imbalannya sudah cukup. Sebab, cinta bukan soal untung dan rugi, kuantitas, atau menang dan kalah. Ini tentang apresiasi dan toleransi.
Hakikat Cinta
Dalam hubungan cinta, penting untuk melihat upaya di balik tindakan kecil. Kenali apa yang dilakukan pasanganmu di tengah jadwal sibuk, tanggung jawab, dan berbagai perannya.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Buruk yang Bisa Membuat Kita Makin Bodoh, Yuk Hindari Agar Lebih Cerdas dan Produktif
Cinta adalah tentang melihat melampaui angka-angka dan memahami niat dan upaya di balik setiap gerakan.
Kesalahan dalam Menjaga Skor
Ketika cinta menjadi soal seberapa banyak kita memberi dan menerima, maka cinta kehilangan esensinya.
Hal ini berubah menjadi sebuah transaksi, di mana kedua belah pihak saling mengawasi, sehingga menimbulkan tuntutan dan harapan. Hal ini dapat mengikis fondasi suatu hubungan sehingga menimbulkan kebencian dan ketidakpuasan.
Pentingnya Apresiasi dan Penerimaan
Intinya, cinta adalah tentang menghargai dan menerima satu sama lain. Ini tentang menciptakan ruang di mana kedua pasangan merasa nyaman dan bahagia.
Ketika kamu fokus pada aspek-aspek ini, hubungan akan berkembang, memupuk hubungan yang lebih dalam dan saling menghormati.
Baca Juga: Ini Dia Besaran Gaji PPPK Tamatan Sarjana (S1) dan Diploma 4 (D4) Tahun 2024
Wawasan Psikologis tentang Cinta dan Hubungan
Psikolog telah lama mempelajari dinamika hubungan romantis. Menurut John Gottman, hubungan yang sukses dibangun di atas landasan kepercayaan, komitmen, dan kemauan untuk melihat aspek positif dari pasangan.
Penelitian Gottman menyoroti pentingnya “pengabaian sentimen positif,” di mana interaksi dan perasaan positif terhadap pasangan lebih penting daripada interaksi dan perasaan negatif.
Konsep ini selaras dengan gagasan bahwa cinta bukan sekadar perhitungan memberi dan menerima, melainkan penghargaan mendalam atas upaya dan kontribusi masing-masing.
Aspek penting lainnya adalah gagasan “rekening bank emosional” yang diperkenalkan oleh Stephen Covey.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Buaya atau Burung? Apa yang Pertama Kali Kamu Lihat Ungkap Karaktermu!
Konsep ini menyarankan bahwa setiap interaksi dengan pasanganmu adalah setoran atau penarikan ke rekening bank emosionalmu.
Interaksi positif, seperti menunjukkan penghargaan, pengertian, dan kebaikan, menghasilkan simpanan, sedangkan interaksi negatif, seperti kritik atau pengabaian, menghasilkan penarikan.
Mempertahankan keseimbangan yang sehat dalam rekening bank emosional ini penting untuk hubungan yang berkembang.
Cinta tumbuh subur jika saling menghormati, menghargai, dan pengertian. Dengan berfokus pada nilai-nilai ini, kamu dapat membangun hubungan yang kuat dan langgeng.
Ingat, cinta bukan tentang seberapa banyak kamu memberi atau menerima, tetapi tentang kualitas hubungan yang kamu bagi.***
Baca Juga: Kuasa Hukum Iptu Rudiana Tepis Kabar yang Berkembang di Masyarakat, Sebut Ayah Eky Bukan Penyidik

Share this article
Menurut psikolog , cinta bukanlah sesuatu yang bisa diukur atau dihitung seperti matematika. Pahami lebih jelasnya ulasan berikut.