AYOJAKARTA.COM - Di media sosial banyak konten viral yang memuat sosok yang meyakini dirinya superior dibandingkan orang lain.
Meski kita semua tahu bahwa kenyataannya tidaklah demikian.
Dikutip dari situs DiamondRehabThailand.com, fenomena yang menarik sekaligus membingungkan ini disebut waham kebesaran atau grandiose.
Baca Juga: GAWAT! Pemerintah Resmi Hapus Deretan Bansos Ini di Juni 2024, Ada MRP?
Keadaan psikologis yang menarik ini bermanifestasi sebagai keyakinan yang salah terhadap superioritas diri sendiri.
Itulah yang menyebabkan individu menganggap dirinya sebagai selebriti, pemilik kekayaan yang sangat besar, atau pemegang kekuasaan yang luar biasa.
Apa sebenarnya waham kebesaran itu?
Ini bukan sekadar rasa percaya diri atau rasa percaya diri yang tinggi, melainkan keyakinan mendalam akan keistimewaan seseorang, terlepas dari bukti yang menunjukkan sebaliknya.
Baca Juga: Tes Ilusi Optik: Punya Daya Imajinasi Tinggi? Coba Temukan Bel Tersembunyi di Gambar Ini
Keyakinan yang salah ini bisa bermacam-macam bentuknya, mulai dari perasaan tidak berdasar bahwa ia memiliki kemampuan khusus atau koneksi dengan tokoh-tokoh berpengaruh, hingga keyakinan teguh bahwa ia adalah orang yang terkenal.
Ada banyak faktor yang menyebabkan waham kebesaran.
Delusi ini merupakan kombinasi kecenderungan genetik, faktor lingkungan, dan kondisi kesehatan mental seseorang.
Meskipun sering dikaitkan dengan gangguan seperti skizofrenia, gangguan bipolar, dan demensia, waham kebesaran sendiri dikategorikan sebagai jenis gangguan delusi dan bukan penyakit mental yang berdiri sendiri.
Gejala waham kebesaran ditandai dengan keyakinan yang tak tergoyahkan akan superioritas seseorang, upaya terus-menerus untuk meyakinkan orang lain tentang validitas keyakinannya, dan kecenderungan argumentatif ketika dihadapkan pada skeptisisme.
Baca Juga: Doi sedang Badmood? Jangan Lakukan 5 Hal Ini Kalau Tak Mau Dia Makin Marah
Meskipun tidak memiliki bukti empiris, individu dengan waham kebesaran tetap berpegang teguh pada ilusi mereka, tidak mau menerima gagasan sebaliknya.
Perawatan untuk delusi kebesaran biasanya melibatkan pendekatan multifaset, menggabungkan psikoterapi, pengobatan, dan dalam kasus yang parah, rawat inap.
Meskipun waham kebesaran mungkin tidak dapat disembuhkan secara pasti, dengan pengobatan dan dukungan yang tepat, penderitanya dapat belajar mengelola gejalanya dan menjalani kehidupan yang lebih baik.
***

Share this article
Di media sosial banyak konten viral yang memuat sosok yang meyakini dirinya superior dibandingkan orang lain.