AYOJAKARTA.COM - Dikutip dari Psych Central, otak kita merespons kata-kata dengan cara yang mempengaruhi pengalaman kamu terhadap dunia.
Berhati-hatilah dalam menggunakan kata-kata yang tidak merugikan orang lain dapat membantu melindungi mereka dari trauma.
Kita semua pernah mendengar petuah orang tua, “Berhati-hatilah dengan perkataanmu karena kata-kata adalah doa.”
Baca Juga: Edukasi Psikologi: Freudian Slip alias Keceplosan, Begini Penjelasan Psikolog!
Pilihan bahasa seseorang tidak hanya dapat mempengaruhi perasaan orang lain, namun juga cara orang tersebut memandang kejadian di sekitarnya.
Penggunaan kata-kata bahkan dapat mempengaruhi pengalaman sakit fisik. Apa yang orang ketahui tentang kata-kata tertentu, termasuk kapan kata tersebut umum digunakan, juga mengubah cara orang berpikir tentang kata lain.
Afirmasi verbal yang positif – atau “kata-kata baik” – dapat menyemangati orang lain. Dorongan dapat meningkatkan kinerja fisik.
Kata-kata juga dapat menyebabkan kerugian. Penindasan pada masa kanak-kanak, pelecehan verbal dalam hubungan rumah tangga, dan bahkan pilihan kata yang dilakukan oleh profesional medis dapat menimbulkan tantangan emosional.
Baca Juga: Tips Psikologi: Waspadai Isolasi, Salah Satu Trik Busuk dalam Hubungan yang Toxic!
Saat kamu dihadapkan pada kata-kata yang menyakitkan, kamu dapat mengambil langkah untuk menjaga diri kamu tetap aman.
Hal ini dapat melibatkan penetapan batasan atau mencari bantuan dan dukungan dari ahli kesehatan mental.
Bagaimana kata-kata mempengaruhi otak?
Studi pencitraan otak mendukung teori bahwa kata-kata mempengaruhi cara orang mengalami rasa sakit.
Menggunakan data perilaku dan MRI pada 17 orang yang berpartisipasi dalam sebuah penelitian, para peneliti dalam studi tahun 2019 menemukan bahwa kata-kata yang berhubungan dengan rasa sakit dan negatif membuat intensitas rasa sakit lebih buruk daripada bahasa netral.
Dalam studi tersebut, kata-kata yang berhubungan dengan rasa sakit menciptakan respons yang lebih kuat di banyak area otak, termasuk anterior cingulate cortex dan dorsolateral prefrontal cortex.
Ada juga bukti yang menunjukkan bahwa kata-kata mempengaruhi persepsi terhadap keadaan.
Kata-kata bisa sangat kuat sehingga dapat mempengaruhi seberapa baik seseorang pulih dari cedera.
Baca Juga: Tips Psikologi: Waspadai Isolasi, Salah Satu Trik Busuk dalam Hubungan yang Toxic!
Jadi, jangan anggap omongan sebagai candaan kosong belaka. Baik dan buruk yang keluar dari lisanmu bisa mempengaruhimu, lingkunganmu, dan dunia loh!
***

Share this article
Pilihan bahasa seseorang tidak hanya dapat mempengaruhi perasaan orang lain, namun juga cara orang tersebut memandang kejadian di sekitarnya