AYOJAKARTA.COM — Kata healing yang memiliki arti penyembuhan diri, seringkali dimaknai dengan pergi mengunjungi tempat baru atau wisata agar pikiran lebih segar.
Meski tidak sepenuhnya keliru, healing dalam pemaknaan lebih mendalam merupakan suatu proses panjang untuk memulihkan kondisi jiwa.
Rasa takut akan kehidupan masa depan atau perangkap masa lalu, kerap menjadi penghambat proses bertumbuhnya jiwa seseorang sehingga membutuhkan healing.
Diibaratkan dengan kamar rumah yang berantakan dan berdebu, healing adalah suatu proses memilah dan menyortir barang untuk dibersihkan, dibuang atau untuk ditata ulang.
Healing dalam dimensi lebih mendalam adalah sebuah proses mengubah perspektif atau cara berpikir demi ketentraman jiwa, sehingga siap menghadapi tantangan baru.
Sebagai acuan dalam melakukan introspeksi diri serta kontemplasi, berikut ini adalah tanda seseorang membutuhkan healing demi pertumbuhan jiwa.
Tanda Seseorang Perlu Healing
Tanda pertama seseorang membutuhkan healing adalah saat hati, perasaan dan pikiran sudah terlalu lama dikuasai oleh rasa takut akan perubahan.
Rasa takut atau cemas merupakan bagian dari energi negatif, semakin banyak rasa takut diberi ruang akan membuat ruang energi positif di dalam jiwa semakin mengecil.
Rasa takut seseorang merupakan sinyal adanya kesempatan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik dan berguna setelah berhasil dikenali, dikelola dan dihadapi.
Tanda selanjutnya seseorang membutuhkan healing adalah jika telah dipenuhi dengan dendam atau benci, karena sudah diperlakukan tidak manusiawi.
Kebencian serta dendam merupakan penutup celah masuknya kebahagiaan jiwa, semakin besar kebencian dan dendam akan semakin menutup datangnya bahagia.
Hal-hal negatif dalam hidup seperti rasa takut, cemas, benci, dendam, iri, dan sebagainya merupakan akar permasalahan yang membuat jiwa mengalami tekanan.
Menemukan titik keseimbangan dari setiap hal tersebut, akan menjadikan tubuh, pikiran dan jiwa seseorang menjadi lebih selaras dengan kehidupan.
Tanda ketiga seseorang perlu melakukan pemulihan diri atau healing adalah saat jiwa terus dihantui oleh hadirnya perasaan bersalah karena situasi di masa lalu.
Perasaan bersalah dapat disebabkan oleh berbagai persoalan hidup, dari hubungan, keuangan, atau bahkan peristiwa yang mendatangkan trauma.
Pada kondisi tertentu, tekanan akan rasa bersalah seringkali membuat hubungan seseorang dengan jiwanya semakin berjarak.
Seseorang yang masih menyimpan rasa bersalah seringkali berusaha sangat keras untuk menghindar dan mencari cara agar bisa terlepas.
Namun pada akhirnya, menghindari rasa bersalah seringkali hanya membuat jiwa seseorang semakin terjerumus pada kesalahan-kesalahan baru yang lebih destruktif.***

Share this article
Kata healing yang memiliki arti penyembuhan diri, seringkali dimaknai dengan pergi mengunjungi tempat.