AYOJAKARTA.COM - Pernahkah marahmu meledak lantaran hal sepele sampai-sampai menggebrak meja, membanting pintu, atau melempar barang?
Padahal, menurutmu penyebabnya hanyalah masalah sepele. Kamu penasaran mengapa amarahmu bisa meledak seperti itu?
Dalam akun TikTok @jiemiardian, dokter Jiemi menjelaskan bahwa ketika ada kejadian sepele, tapi memicu reaksi emosional yang besar, maka sebenarnya itu bukan tentang kejadiannya.
Misalkan ketika kamu marah, karena pasanganmu tidak membelikan kerupuk seperti yang sudah kamu pesan, maka sebenarnya itu bukan tentang kerupuk.
Baca Juga: Sisi Positif Orang yang Suka Begadang atau Tidur Larut Malam, Berpengaruh ke IQ!
Lantas itu tentang apa? Emosi yang terpicu dalam kejadian tersebut bisa jadi bukan emosi yang hanya berasal dari kejadian itu semata, melainkan dari kejadian yang ada di belakangnya.
Kejadian di belakangnya tersebut punya tema yang sama dengan yang sedang terjadi.
Misal, pada saat pasanganmu tidak membelikan kerupuk tadi, kamu merasa tidak didengarkan atau tidak dimengerti.
Kamu mungkin merasa pasanganmu tidak benar-benar memperhatikanmu.
Jika pengalaman dalam tema itu pernah terjadi dulu, berulang kali, dan itu menyakitkan untukmu, maka itulah penyebab di belakang yang membuat amarahmu meledak!
Jadi, bukan soal sepele karena lupa membeli kerupuk, tapi soal kamu yang tidak didengarkan selama 10 tahun, tidak diakuinya kebutuhanmy selama 15 tahun, dan sebagainya.
Sehingga, sekalipun kamu berdebat tentang kerupuk, masalah ini tidak akan selesai. Kenapa? Karena kamupun tidak sadar bahwa ini bukan tentang kerupuk.
Ini tentang perasaan tidak dengarkan. Ini tentang perasaan tidak diakui. Ini tentang perasaan diabaikan.
Baca Juga: Rahasia Tersembunyi Kepribadian Seseorang Tersingkap dari Cara Memegang Ponsel, Berikut Ini Faktanya
Itulah tema amarahmu. Tema inilah yang butuh dicacah kecil-kecil dan diselesaikan. Bukan dengan memastikan orang lain mendengarkanmu.
Bukan juga dengan memastikan orang lain mau memenuhi kebutuhanmu. Tentu kamu bisa berusaha mengkomunikasikannya, tapi bukan memastikan.
Dalam ruang konsultasi psikologi, masalah perasaan terabaikan itulah yang dicacah dan diproses.
Selain belajar bagaimana mengekspresikan emosi dengan lebih baik, emosi yang tersimpan sejak dahulu kala juga perlu diselesaikan.
Jadi, sangat mungkin pada saat kejadian sepele terjadi, maka emosi kita bukan tentang kejadian sepele tersebut. Tapi reaksi kita terpicu emosi dari masa lalu.
Kita harus menyadari hal ini supaya kita tidak sibuk menyelesaikan sesuatu yang sebenarnya bukan inti permasalahnnya.***

Share this article
Kamu pernah merasakan marah besar karena masalah yang sepele? Ternyata ini penyebab utamanya menurut psikiater.