AYOJAKARTA.COM -- Dalam dunia bisnis dan kehidupan sehari-hari, kemampuan untuk bernegosiasi dengan sukses merupakan keterampilan yang berharga.
Negosiasi bukan sekadar tawar menawar harga, tetapi juga seni mempengaruhi dan memahami psikologi lawan bicara.
Dengan memanfaatkan strategi negosiasi psikologis, kamu dapat meningkatkan peluang untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan.
Baca Juga: 5 Jurusan Kuliah Terbaik bagi Anak IPA, dari Kedokteran hingga Statistika
Dilansir AyoJakarta.com dari video YouTube Practical Psyhology yang diunggah 1 September 2016, berikut 8 strategi negosiasi dalam psikologi:
1. Lakukan riset tentang produk dan harga yang adil sebelum memulai negosiasi untuk menetapkan target yang realistis.
Misalnya, jika kamu ingin membeli sebuah mobil, kamu harus cari tahu tentang berbagai merek dan model mobil yang sesuai dengan kebutuhanku.
Kamu juga harus mengetahui harga-harga yang berlaku di pasar untuk mobil-mobil tersebut.
2. Berinteraksi dengan penjual secara ramah dan akrab untuk menciptakan hubungan yang positif.
Saat kamu berkomunikasi dengan penjual, sikapmu sangat mempengaruhi dinamika negosiasi.
Dengan bersikap ramah dan akrab, kamu bisa menciptakan hubungan yang positif dengan penjual.
Misalnya, kamu bisa menyapa penjual dengan senyuman dan memulai percakapan dengan pertanyaan yang sopan.
3. Bersikap sabar dan tidak terburu-buru, beri waktu kepada penjual untuk memikirkan penawarannya.
Hindari menekan penjual untuk memberikan respons segera, karena hal ini bisa mengurangi kesempatan kamu untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan.
4. Pertahankan pendirianmu tetapi tetap terbuka untuk berdiskusi.
Dengarkan argumen dari pihak penjual dan pertimbangkan dengan baik sebelum membuat keputusan.
Fleksibilitas dalam pendekatan bisa membantu kamu mencapai kesepakatan yang lebih baik bagi kedua belah pihak.
Baca Juga: Inilah 5 Jurusan Kuliah dengan Prospek Gaji Tinggi dan Karir Menjanjikan saat Sudah Kerja
5. Berikan tawaran awal yang rasional, tidak terlalu rendah atau tinggi.
Hindari memberikan tawaran yang terlalu rendah yang bisa dianggap tidak serius oleh penjual, namun juga hindari tawaran yang terlalu tinggi yang bisa mengurangi ruang untuk bernegosiasi lebih lanjut.
6. Setelah memberikan tawaran, biarkan penjual berpikir tanpa terburu-buru.
Hal tersebut dilakukan agar penjual bisa memikirkan tanggapan atau penawaran balik yang mungkin lebih menguntungkan bagi kedua belah pihak.
Baca Juga: 6 Tanda Kamu Harus Meninggalkan Psikiater Menurut Ahli Kesehatan Mental
7. Cari kesempatan untuk mendapatkan diskon atau tambahan dalam kesepakatan.
Misalnya, kamu bisa mencari informasi tentang promosi atau paket-paket diskon yang sedang berlangsung.
Hal ini bisa membantu kamu mendapatkan nilai tambah dari kesepakatan yang kamu capai.
8. Tutup negosiasi dengan ramah dan bersyukur, pastikan kedua belah pihak merasa puas dengan kesepakatan yang dicapai.
Dengan menerapkan taktik dan strategi ini, kamu dapat meningkatkan keberhasilan dalam tawar menawar dan mencapai kesepakatan yang menguntungkan.***

Share this article
Dengan memanfaatkan strategi negosiasi psikologis, kamu dapat meningkatkan peluang untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan.