AYOJAKARTA.COM - Letusan gunung berapi merupakan bentuk kemarahan alam yang sangat menakjubkan.
Alam seolah tak kuasa lagi menahan amarahnya, dan meluapkan emosinya dengan menyemburkan lahar panas dan gas beracunnya ke udara.
Seketika alam menjadi suram, diselimuti debu vulkanik berwarna abu. Keheningan ada di mana-mana.
Baca Juga: Tes Ilusi Optik: Ungkap Kemampuanmu Kognitifmu ke mana Arah Kucing Ini melangkah, Atas atau Bawah?
Dilansir dari kanal Youtube DuoPulse, letusan gunung berapi adalah tamsil dari amarah orang yang berada di sekitarmu, khususnya atasan.
Saat kamu memandang gunung berapi yang sedang meletus. Manakah dari berikut ini yang paling menggambarkan pemikiranmu saat menyaksikan kejadian tersebut?
1. "Mungkin ini cara alam memperingatkan kita agar berhenti merusak bumi."
2. "Aku kira tekanan di dalam sana terlalu tinggi."
3. "Wow, pemandangan yang luar biasa! Aku terkesan!"
4. "Ini sudah menjadi sifat alami sebuah gunung untuk meletus. Masalah besar."
Baca Juga: Tes Kepribadian: Garis Vertikal di Dahi Tunjukkan Tipe Kepribadianmu
Pikiranmu tentang gunung berapi yang meletus terkait dengan reaksimu terhadap kekuatan ledakan, khususnya kemarahan atasan.
Kita semua pernah menyaksikan atasan, guru, pelatih, atau orang tua yang sesekali mengamuk.
Skenario ini menunjukkan caramu menghadapi ledakan tersebut.
1. "Mungkin ini cara alam memperingatkan kita agar berhenti merusak bumi."
Kamu menyadari kapan kamu bertanggung jawab atas kemarahan orang lain dan bersedia menerimanya.
Sensitivitas dan sikap dewasa yang sama memungkinkan kamu menyelesaikan masalah yang mungkin kamu sebabkan.
2. "Aku kira tekanan di dalam sana terlalu tinggi."
Kamu menyalahkan orang lain atas masalah yang terjadi. Lagi pula, seandainya kamu tahu kamu melakukan kesalahan, tentu kamu tidak akan melakukannya sejak awal, bukan?
3. "Wow, pemandangan yang luar biasa! Aku terkesan!"
Kamu menerima kritik dengan cara yang positif, meski bukan berarti kamu menganggapnya enteng.
Reaksi santaimu itu pasti akan memberikan kesan yang baik pada atasan dalam jangka panjang, setelah mereka melampiaskan kemarahan mereka di hadapanmu.
4. "Ini sudah menjadi sifat alami sebuah gunung untuk meletus. Masalah besar."
Kata-kata kasar, omelan, dan kritik pedas membuatmu tidak terkesan. Itu karena kamu tidak mendengarkannya.
Tentu saja, itu adalah cara yang tidak menimbulkan stres, tetapi kamu berisiko tidak pernah belajar dari kesalahanmu sendiri.
Saatnya kamu harus mulai lebih memperhatikan semua suara dan kemarahan itu, dan itu mungkin menandakan sesuatu.
***

Share this article
Alam seolah tak kuasa lagi menahan amarahnya, dan meluapkan emosinya dengan menyemburkan lahar panas dan gas beracunnya ke udara.