AYOJAKARTA.COM — Sebagai pecinta kucing, sering kali terpesona oleh kepribadian unik yang dimiliki setiap hewan peliharaan yang lucu ini.
Namun, apakah warna bulu kucing benar-benar dapat memprediksi perilaku mereka?
Ini adalah pertanyaan yang telah lama menjadi topik perdebatan di kalangan pecinta hewan.
Meskipun sebagian besar peneliti menyatakan skeptisisme mereka terhadap peran warna dalam menentukan sifat kucing, tetapi kepercayaan masyarakat terhadap hubungan antara warna bulu dan kepribadian kucing ternyata memang ada.
Mayoritas kucing rumahan merupakan keturunan dari kucing domestik berbulu pendek yang memiliki beragam warna dan pola bulu.
Baca Juga: Fakta Psikologis Perbedaan Kepribadian Orang yang Memelihara Anjing dan Kucing
Meskipun warna bulu dapat bervariasi, tapi tetap saja nenek moyang kucing ini sama.
Ini berarti bahwa kucing dengan warna bulu yang berbeda kemungkinan besar memiliki sifat yang serupa, terlepas dari perbedaan warna bulu mereka.
Namun, hal ini tidak menghentikan orang-orang dari mempercayai bahwa warna bulu dapat memengaruhi kepribadian kucing.
Misalnya, ada survei yang menyatakan bahwa kucing hitam cenderung lebih mudah menyesuaikan diri dengan keramaian dan kehidupan di dalam ruangan.
Sedangkan pemilik kucing yang memiliki tiga warna mengklaim bahwa kucing mereka memiliki sifat yang "berbeda" dari kucing dengan warna bulu lainnya.
Baca Juga: Tes Penglihatan: Konsentrasi Berkurang? Temukan Kucing Paling Berbeda pada Gambar Ilusi Optik Ini
Beberapa penelitian menunjukkan adanya korelasi antara warna bulu dan kepribadian kucing.
Sebagai contoh, sebuah penelitian terhadap anak kucing British Shorthair menemukan bahwa anak kucing dengan warna bulu oranye atau oren, krem, atau kulit penyu cenderung lebih gelisah dan lebih sulit untuk dirawat dibandingkan dengan anak kucing dengan warna bulu lainnya.
Namun, penelitian-penelitian semacam itu sering kali dianggap kontroversial, dan kebanyakan peneliti masih skeptis terhadap hubungan antara warna bulu dan kepribadian kucing.
Mereka berpendapat bahwa faktor lain, seperti lingkungan dan genetika, mungkin memiliki peran yang lebih besar dalam membentuk kepribadian kucing.
Meskipun kebenaran ilmiah tentang hubungan antara warna bulu dan kepribadian kucing masih belum pasti, kepercayaan masyarakat terhadap hal tersebut berdampak nyata.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Pilih Salah Satu Kucing yang Kamu Suka, Ketahui Tujuan Hidup yang Dimiliki
Dikutip dari The Spruce Pets, sebuah studi yang dilakukan oleh University of California, Berkeley menemukan bahwa kucing dengan warna bulu oranye dan dua warna dianggap lebih ramah.
Sedangkan kucing hitam, putih, dan tiga warna dianggap lebih antisosial.
Kucing putih cenderung digambarkan sebagai pemalu dan malas, sementara kucing kulit dianggap lebih tidak toleran dan sulit untuk dilatih.
Dampak dari persepsi ini juga dapat dilihat dalam praktik adopsi hewan.
Sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of Applied Animal Welfare Science pada tahun 2002 menemukan bahwa kucing hitam dan coklat memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk diadopsi.
Baca Juga: Tes Penglihatan: Buktikan Ketelitian Kamu, Coba Temukan 3 Perbedaan Pada Kucing Ini
Meskipun tidak ada bukti genetik yang kuat yang mendukung klaim bahwa warna bulu secara langsung mempengaruhi perilaku kucing, persepsi ini tetap memengaruhi keputusan adopsi dan perawatan hewan.***

Share this article
Mayoritas kucing rumahan merupakan keturunan dari kucing domestik berbulu pendek yang memiliki beragam warna dan pola bulu.