AYOJAKARTA.COM -- Beberapa hari lalu, warganet sempat dibuat terperanjat oleh kabar tentang satu keluarga yang menyakiti diri dengan cara melompat gedung.
Bagi sebagian kalangan, tindakan seseorang yang tega menyakiti diri sendiri merupakan sebuah bentuk kebodohan sehingga perlu dipertanyakan kewarasannya.
Namun seringkali bagi para pelaku atau orang yang menyakiti diri sendiri, tindakan tersebut merupakan satu-satunya hal paling relevan untuk dilakukan.
Tindakan menyakiti diri sendiri, tentu saja bukan suatu hal yang pantas atau patut dibanggakan apalagi dijadikan sebagai acuan.
Karena itu, penting bagi siapapun untuk tidak dengan gampang menghakimi atau bahkan memperkeruh suatu keadaan yang belum sepenuhnya dipahami.
Fakta bahwa tidak semua orang memiliki kecerdasan emosional dan intelektual yang seimbang merupakan salah satu cara agar tidak mudah melakukan penghakiman.
Secara definitif perilaku menyakiti diri sendiri atau biasa disebut dengan istilah self harm, adalah ekspresi dari tekanan emosi yang membuat seseorang tidak nyaman.
Baca Juga: 5 Cara Marah yang Elegan, Tidak Menyakiti Diri Sendiri Adalah Salah Satunya
Ketidaknyamanan tersebut merupakan akibat dari rasa sakit psikologis serta emosional, yang dampaknya jauh lebih merusak dari sekedar rasa sakit atau luka fisik.
Agar tidak mudah memberikan label negatif atau buruk terhadap seseorang yang dengan sengaja menyakiti diri sendiri, berikut merupakan kemungkinan alasan di baliknya.
Kemungkinan pertama seseorang menyakiti diri sendiri adalah sebagai bentuk mekanisme displacement atau pemindahan rasa sakit.
Seringkali seseorang yang menyakiti diri sendiri, merupakan akibat dari adanya keinginan mengubah rasa sakit emosional menjadi rasa sakit fisik.
Baca Juga: 7 Cara Mudah Bebas Gundah, Bukan Melukai Orang di Sekitar atau Menyakiti Diri Sendiri Lho Ya
Di samping karena dianggap efektif sebagai jalan keluar dari tekanan emosional, self harm juga merupakan cara untuk mencari perhatian.
Kemungkinan kedua seseorang menyakiti diri sendiri adalah karena alasan ingin melakukan tindakan menghukum diri sendiri atau Self Punishment.
Seseorang dengan kerusakan emosional, seringkali dihinggapi oleh perasan rendah diri dan penyesalan sehingga merasa pantas menerima hukuman atas kesalahannya.
Baca Juga: 5 Sikap Elegan Untuk Menghadapi Mantan yang Pernah Menyakiti, Nomor 3 Bikin Dia Auto Menyesal!
Kemungkinan ketiga seseorang menyakiti diri sendiri adalah karena mengalami “Mati Rasa” atau kesepian yang berlebihan.
Dampak dari seseorang yang mengalami kondisi “Mati Rasa” seringkali berakibat pada perilaku menyakiti fisik, untuk pengingat bahwa mereka masih hidup.
Kemungkinan penyebab atau alasan selanjutnya dari orang yang menyakiti diri sendiri adalah sebagai bentuk ekspresi diri atau Self Ekspresion.
Baca Juga: Awas! Ini 5 Tanda Kamu Diam-Diam Menyakiti Wanita dengan Ucapan Ini
Pada akhirnya, tekanan luka emosi yang tidak bisa tersampaikan atau dipahami orang lain akan berujung pada aksi atau tindakan melukai diri sendiri.
Karena itu penting bagi siapapun untuk tidak membiasakan diri memendam rasa sakit emosi dan berkonsultasi ke Ahli.***

Share this article
Tindakan menyakiti diri sendiri, tentu saja bukan suatu hal yang pantas atau patut dibanggakan apalagi dijadikan sebagai acuan.