Penderitaan Tersembunyi Seorang Psikopat, Apa yang Mereka Alami Sebenarnya? Benarkah Tertekan Oleh Rasa Rendah Diri Akut dan Kesepian?

Ilustrasi psikopat
Ilustrasi psikopat

AYOJAKARTA.COM - Psikopat ditandai dengan ciri-ciri seperti pesona yang dangkal, kecerdasan yang tinggi, tidak memiliki rasa menyesal atau malu, impulsif, percaya diri yang berlebihan, perilaku manipulatif, kebohongan, dan lain sebagainya.

Berdasarkan ciri-ciri ini, psikopat adalah sosok yang dingin, tidak berperasaan, dan tidak berperikemanusiaan.

Sebagaimana orang yang sehat, banyak psikopat yang menyayangi orang tua, pasangan, anak-anak, dan hewan peliharaan dengan cara mereka sendiri.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Pilih Wajah atau Anjing yang Kamu Lihat Pertama Kali Bisa Mengungkap Sifat Asli dan Keinginanmu

Namun, mereka mengalami kesulitan untuk menyayangi dan mempercayai orang lain.

Selain itu, psikopat juga menderita secara emosional, yang bisa disebabkan oleh perpisahan, perceraian, kematian orang yang dicintai, atau ketidakpuasan terhadap perilaku mereka yang menyimpang.

Sumber Kesedihan Seorang Psikopat

Seorang psikopat dapat menderita rasa sakit emosional karena berbagai alasan.

Seperti halnya orang lain, psikopat memiliki keinginan mendalam untuk dicintai dan diperhatikan.

Baca Juga: Tes Psikologi: Mengungkap Kepribadian berdasarkan Anjing, Kucing, atau Burung yang Kamu Suka

Namun, keinginan ini sering kali tidak terpenuhi, karena jelas tidak mudah bagi orang lain untuk mendekati seseorang dengan karakteristik kepribadian yang menolak.

Psikopat setidaknya menyadari dampak perilaku mereka terhadap orang lain dan dapat benar-benar sedih karena ketidakmampuan mereka untuk mengendalikannya.

Kehidupan sebagian besar psikopat tidak memiliki relasi sosial yang tetap atau ikatan yang benar-benar dekat.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Gaya Rambut Bisa Ungkap Sifat Kamu yang Sebenarnya Lho, Ketahui Seperti Apa Kepribadianmu!

Riwayat hidup psikopat sering kali ditandai dengan kehidupan keluarga yang kacau, kurangnya perhatian dan bimbingan orang tua.

Mereka hidup dengan lingkungan yang buruk seperti orang tua yang menggunakan narkoba, perilaku anti sosial, hubungan yang buruk, perceraian, dan keadaan ekonomi yang buruk.

Orang-orang ini mungkin merasa mereka adalah tawanan dari determinasi etiologi mereka sendiri dan percaya bahwa mereka memiliki, dibandingkan dengan orang normal, lebih sedikit kesempatan atau keberuntungan hidup.

Terlepas dari sikap mereka yang sombong, psikopat merasa diri mereka lebih rendah daripada orang lain.

Baca Juga: Ada Uang Tunai Sebesar Rp2,4 Juta dari Program PKH 2024 Untuk Kategori Ini, Kamu Termasuk Penerimanya?

Psikopat tahu bahwa mereka akan dicap buruk oleh orang lain karena perilaku mereka sendiri.

Beberapa psikopat mencoba beradaptasi secara dangkal dengan lingkungan mereka dan bisa menjadi populer.

Tetapi, mereka harus menyembunyikan sifat asli mereka dengan hati-hati karena tidak akan diterima oleh orang lain.

Situasi ini membuat psikopat memiliki pilihan yang sulit, beradaptasi dan berpartisipasi dalam kehidupan yang kosong dan tidak nyata, atau menjalani kehidupan yang kesepian dan terisolasi dari komunitas sosial.

Mereka melihat cinta dan persahabatan orang lain dan merasa sedih karena mengetahui bahwa mereka tidak akan pernah menjadi bagian dari hal tersebut.

Baca Juga: Benarkah Lansia yang Terdaftar di Link Ini Bisa Dapatkan Rp600.000 dari Kemensos? Ikuti Langkah Berikut Ini

Seiring bertambahnya usia, psikopat tidak dapat melanjutkan gaya hidup mereka yang menghabiskan energi, kelelahan, dan tertekan.

Kekejaman Psikopat

Pada akhirnya, mereka akan mencapai titik tanpa harapan, dimana hubungan dengan dunia normal telah berakhir.

Penderitaan tersembunyi, kesepian, dan rendahnya harga diri adalah pendorong bagi psikopat untuk melakukan tindakan kriminal dan kekejaman.

Kekecewaan Emosional

Para psikopat percaya bahwa seluruh dunia menentang mereka dan pada akhirnya menjadi yakin bahwa mereka berhak mendapatkan hak istimewa atau hak untuk memuaskan keinginan mereka.

Jeffrey Dahmer dan Dennis Nilsen, adalah contoh psikopat kejam yang pada akhirnya mencapai titik tanpa harapan, di mana mereka merasa telah memutuskan hubungan dengan dunia normal.

Setelah itu, kesedihan dan penderitaan mereka meningkat, dan kejahatan mereka menjadi semakin aneh.

Baca Juga: Minim Kejahatan, Ini Daftar 4 Negara Teraman Di Dunia, Apakah Indonesia Termasuk?

Dahmer dan Nilsen menyatakan bahwa mereka membunuh hanya untuk ditemani.

Kedua orang itu tidak memiliki teman dan satu-satunya kontak sosial mereka adalah pertemuan sesekali di bar homoseksual.

Setelah membunuh korbannya, Nilsen akan menonton televisi dan berbicara berjam-jam dengan mayat korbannya.

Dahmer memakan bagian tubuh korbannya agar dirinya menyatu dengan mereka. Dia percaya, bahwa dengan cara ini korbannya akan hidup lebih lama di dalam tubuhnya.

Bagi manusia normal, tidak terbayangkan bahwa orang-orang psikopat ini begitu kesepian.

Baca Juga: Minim Kejahatan, Ini Daftar 4 Negara Teraman Di Dunia, Apakah Indonesia Termasuk?

Namun, para psikopat menggambarkan kesepian dan kegagalan sosial mereka sebagai sesuatu yang sangat menyakitkan.

Masing-masing dari mereka menciptakan dunia sadisnya sendiri, untuk membalas pengalaman penolakan, pelecehan, penghinaan, pengabaian, dan penderitaan emosional. ***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Psikopat
# emosional
# Alasan
# Perasaan

News Update

Metropolitan

Kunjungan Turis DKI Jakarta Tembus Jutaan, Ekonomi Ibu Kota Berhasil Capai Rp 67,5 Triliun!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, ke Ibu Kota mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Metropolitan

Siap Hadirkan Ruang Publik Sehat, Pemprov DKI Targetkan Bangun 10 RTH Baru hingga Akhir 2026!

Hingga akhir tahun 2026 mendatang, Pemprov Jakarta menargetkan pembangunan 10 ruang terbuka hijau (RTH) baru di berbagai titik.

Metropolitan

Kolaborasi Homy Nomad Fatmawati dan Flow Society Gelar Yoga Seamless Strength

Homy Nomad Fatmawati berkolaborasi dengan komunitas yoga Flow Society menggelar kegiatan yoga

Bisnis

Tiga Strategi Utama SMF untuk Dukung Likuiditas Lembaga Penyalur Kredit

Dalam memperkuat perannya di sektor pembiayaan perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalankan tiga strategi utama, yaitu mendukung program Pemerintah menyediakan likuiditas

Bisnis

Per Juni 2026, SMF Bukukan Akumulasi Penyaluran Pembiayaan Sebesar Rp141,61 triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas sekaligus alat fiskal Pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pembiayaan perumahan

News

Lembaga Baru! Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia, Tugasnya Apa?

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.