AYOJAKARTA.COM – Sebagaimana kematian yang diakibatkan oleh faktor usia, penuaan merupakan suatu hal yang wajar pada manusia.
Namun anggapan penuaan merupakan hal wajar tidak sepenuhnya disepakati oleh salah seorang peneliti dari Universitas harvard bernama David Sinclair.
Dari penelitian yang dilakukan selama 15 tahun, David menilai bahwa penuaan merupakan sebuah penyakit sehingga memiliki kesempatan untuk disembuhkan.
Baca Juga: Tips Awet Muda ala Miranda Kerr, Salah Satunya Rutin Minum Jus Seledri Aja Lho!
Selama ratusan tahun, manusia telah berusaha untuk dapat menemukan cara untuk bisa memperlambat proses terjadinya penuaan.
Namun upaya-upaya tersebut tidak banyak membuahkan hasil, sampai kemudian pada beberapa dekade belakangan ini mulai ada peningkatan.
Kebanyakan orang selalu menggunakan perhitungan berdasarkan hitungan kalender untuk menilai usia biologis seseorang.
Baca Juga: Rahasia Awet Muda: Lakukan 7 Kebiasaan Ini Secara Rutin Agar Wajah Tetap Berseri Meski Tanpa Make Up
Namun menurut David, ada cara lain yang dapat digunakan sebagai indikator usia biologis seseorang yakni dengan menggunakan jam Epigenetik atau jam Horvath.
Dengan perhitungan ini, maka usia biologis seseorang kemudian diukur dengan menghitung banyaknya zat atom yang bernama Methylation dalam genetik manusia.
Semakin banyak zat atom ini dalam tubuh, maka hal tersebut menandakan tuanya seseorang berdasarkan perhitungan biologis.
Baca Juga: 10 Cara Awet Muda yang Bisa Dicoba Generasi Milenial, Z, atau Tua: Yuk Coba dari Sekarang!
Saat terjadi kerusakan pada rangkaian DNA manusia, secara biologis akan melakukan pemulihan yang hanya mampu mencapai 99 persen.
Sebagai pelengkap pemulihan tersebut, maka tubuh akan menggantikannya dengan zat atom Methylation yang sudah tersedia sejak manusia dilahirkan.
Dari penelitian yang dilakukan oleh banyak ahli, kemudian ditemukan fakta bahwa penyebab datangnya penuaan terjadi dari bagian dalam tubuh manusia.
Baca Juga: Resep Awet Muda: Hindari 5 Kebiasaan yang Bisa Bikin Wajah Cepat Tua, Nomor 2 Valid Banget
Selain karena adanya Sel Zombie dan kerusakan DNA, penuaan juga diakibatkan karena adanya pemendekan pada bagian Telomere.
Berdasarkan penelitian tersebut, David kemudian mencoba membuat teori bahwa epigenetik manusia seperti halnya lapisan pada kepingan Compact Disk.
Jika ada bagian permukaan CD yang tergores atau rusak, maka data-data yang berada di dalamnya mengalami gangguan sehingga tidak dapat terbaca.
Meski demikian David percaya bahwa data-data tersebut masih tersimpan di dalam CD, sehingga yang perlu dilakukan hanyalah melapisinya.
Dari pengembangan tersebut, David kemudian menggandeng peraih nobel Yamanaka Faktor asal Jepang bernama Yamanaka.
Hasil dari uji coba yang dilakukan pada pada seekor tikus yang buta kemudian menunjukkan bahwa proses regenerasi sel mati bukanlah hal fiksi.
Baca Juga: Cara Menjaga Kulit Tetap Segar di Usia 60 Tahun ke Atas: 5 Rahasia Awet Muda
Berdasarkan penelitiannya, David Sinclair kemudian menemukan fakta bahwa untuk mengaktifkan sel regenerasi dibutuhkan situasi yang tidak nyaman.
Salah satu metode yang menurut David Sinclair efektif untuk menjadi awet muda adalah dengan cara membatasi asupan kalori atau berpuasa.
Demikian seperti dirangkum Ayojakarta pada Selasa, 3 Oktober 2023 dari kanal Youtube Jamu Otak. ***

Share this article
Penelitian epigenetik oleh David Sinclair dari Harvard University mengungkap cara potensial untuk memperlambat penuaan dan panjang umur.