AYOJAKARTA.COM - Nilai-nilai hubungan sosial yang dinamis di kehidupan menjadikan toxic people sebagai salah satu istilah yang paling banyak digunakan.
Toxic people digunakan untuk merujuk pada perilaku seseorang yang eksistensinya berbahaya secara psikis maupun secara fisik bagi orang lain.
Menjalin hubungan dengan toxic people bukan saja beresiko pada hancurnya kehidupan pribadi ataupun sosial, tetapi juga kemungkinan akan kehilangan kesejatian diri.
Selain senang mengomentari orang lain dan tidak bisa menghargai, orang toxic juga tidak bisa meminta maaf dan tidak mau disalahkan, bersikap pasif-agresif serta posesif.
Orang toxic juga ditandai dengan ketidakmampuan mengerti perasaan orang lain, senang merendahkan orang lain, atau benci dengan kebahagiaan orang jika tidak dilibatkan.
Namun sebelum memberi label buruk atau menghakimi orang toxic, mencoba mengetahui akar dari tumbuhnya sifat toxic seseorang juga perlu dipahami.
Sebab dibalik sikap yang membahayakan atau dibalik senyuman orang toxic yang merekah, jauh di kedalaman hati ada rasa kesepian yang begitu menyedihkan.
Sebagaimana lazimnya suatu peristiwa yang diawali dengan sebab, perubahan seseorang menjadi toxic people juga berlaku.
Seseorang bisa mendadak berubah menjadi orang toxic bisa karena peristiwa traumatik atau menjadi korban dari orang toxic lainnya.
Baca Juga: 5 Kepribadian Teman Kerja yang Harus Diwaspadai, Toxic Banget!
Karena sifatnya yang menular, seseorang yang pernah berhubungan dengan orang toxic akan bisa berubah menjadi orang toxic jika tidak dipulihkan.
Rasa tidak nyaman, sulit melihat hal positif, atau tidak percaya pada diri sendiri merupakan bentuk luka batin yang datang akibat terpapar karena berhubungan dengan orang toxic.
Untuk bisa benar-benar pulih dari dampak orang toxic dan kembali menjadi pribadi yang netral, seseorang perlu kembali mereset perasaan dan pikiran.
Baca Juga: Mau Tahu Kepribadian MBTI Kamu, dan Artinya Apa? Yuk Cek di Sini
Normalisasi dari luka batin menjadi sangat penting dilakukan agar seseorang tidak lagi berpotensi menjadi penyebab lahirnya orang toxic.
Beberapa latihan yang dapat dilakukan untuk bisa memulihkan diri setelah hubungan toxic adalah dengan melatih kembali rasa empati.
Salah satu penyebab yang membuat orang toxic menjadi sangat berbahaya adalah karena ketidakmampuannya dalam mengenali perasaan dan emosi.
Perasaan yang sudah terlanjur bercampur aduk akibat peristiwa pencetus hadirnya perilaku toxic perlu kembali dikenali untuk selanjutnya dikendalikan.
Untuk bisa melatih kembali rasa empati, salah satu cara paling ampuh adalah dengan mendengarkan perasaan sendiri dan berusaha mengendalikan diri.
Sebab sifat toxic seseorang menjadi bertahan dan bahkan menular ke orang lain, karena didasari oleh hubungn yang tidak sehat dengan diri sendiri.
Demikian seperti dirangkum AyoJakarta.com pada Rabu, 6 September 2023 dari kanal Youtube Satu Persen – Indonesian Life School. ***

Share this article
Orang toxic biasanya ditandai dengan ketidakmampuan dirinya untuk bisa mengerti perasaan orang lain.