Kesalahan dalam Mengelola Keuangan di Tiap Rentang Usia yang Wajib Diketahui, Jangan Sampai Salah Langkah!

Ilustrasi mengelola keuangan
Ilustrasi mengelola keuangan

AYOJAKARTA.COM - Menjalani hidup yang tenang dan nyaman memerlukan pengelolaan keuangan yang baik, terutama dalam berbagai tahap kehidupan.

Sering kali, kita membuat kesalahan dalam mengelola keuangan yang jika dibiarkan dapat merugikan kualitas hidup.

Dikutip ayojakarta.com dari YouTube Tentang Uang pada Rabu (6/9/2023), berikut kesalahan mengelola keuangan di setiap rentang usia.

Baca Juga: 11 Formasi CPNS 2023 untuk Lulusan S1 Semua Jurusan, Syarat dan Link Pendaftaran Klik di Sini

1. Rentang usia 10-20 tahun

Rentang usia 10-20 tahun merupakan masa remaja yang penting dalam perkembangan seseorang.

Di fase ini, biasanya individu sedang dalam proses belajar dan pendidikan.

Masa remaja juga menjadi waktu yang tepat untuk mengenalkan konsep menabung.

Anak-anak diajarkan untuk menyisihkan sebagian uang jajan dan menyetorkannya ke tempat penyimpanan seperti celengan, rekening sekolah atau rekening bank.

Baca Juga: 8 Rekomendasi Film Horor Indonesia Terbaru Tahun 2023, Dijamin Seru dan Bikin Merinding

Namun, salah satu kesalahan umum yang terjadi pada fase ini adalah kurangnya pemahaman tentang tujuan menabung.

Anak-anak sering mendengar pepatah sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit, tetapi jarang diajarkan bagaimana mengelola bukit tersebut ketika sudah terbentuk.

Ketidakpedulian orang tua atau lingkungan sekitar dalam mengajarkan tujuan menabung dapat menyebabkan kurangnya pemahaman anak tentang nilai uang dan cara menggunakannya secara bijak.

Oleh karena itu, penting untuk memperkenalkan konsep tujuan menabung agar anak dapat memahami nilai uang yang mereka miliki dan menjadi lebih bijak dalam pengelolaan uang jajan.

Baca Juga: 5 Tips Mengelola Keuangan untuk Freelancer dengan Penghasilan Tak Tetap: Dana Darurat Tidak Boleh Diabaikan!

2. Rentang Usia 20-30 tahun

Rentang Usia 20-30 tahun merupakan masa di mana banyak orang menjalani pendidikan tinggi dan memulai karier atau sering disebut sebagai awal masa produktif.

Fase ini juga sering dihadapkan pada apa yang disebut quarter-life crisis, di mana kita sedang mencari jati diri dan membuat pilihan penting dalam hidup.

Kehidupan pada masa ini cenderung lebih bebas dalam berekspresi dan menentukan arah yang ingin diambil.

Namun, ada beberapa kesalahan umum dalam mengelola keuangan pada fase ini.

Salah satunya adalah ketidakmampuan membuat anggaran belanja yang baik.

Baca Juga: Berikut 5 Tips Mengatur Keuangan dengan Gaji Rp3 Juta Perbulan, Yuk Simak!

Meskipun penghasilan biasanya lebih besar dibandingkan dengan usia 10-20 tahun, seringkali terjadi perilaku boros, di mana pendapatan habis begitu cepat setelah diterima dan akhir bulan bisa menjadi periode keuangan yang sulit.

Pentingnya menggunakan anggaran atau budgeting pada fase ini adalah untuk membantu kita mempersiapkan dana darurat dan menghindari keuangan yang kacau di akhir bulan.

Kesalahan kedua adalah kurangnya minat belajar tentang investasi dan meningkatkan penghasilan melalui pekerjaan sampingan.

Investasi pada usia ini dapat membantu merencanakan masa depan,seperti biaya pernikahan, pembelian rumah atau KPR dan tujuan keuangan lainnya.

Oleh karena itu, penting memahami manfaat investasi pada usia ini.

Baca Juga: TES KEPRIBADIAN: Gambar Kopi atau Kucing yang Terihat Pertama? Gambarkan Sosok yang Tidak Suka Minta Tolong

3. Rentang usia 30-50 tahun

Rentang usia 30-50 tahun, kita telah memasuki fase kedewasaan di mana tanggung jawab kita tidak hanya terfokus pada diri sendiri tetapi juga pada keluarga.

Ini adalah periode waktu yang sangat produktif dalam mengelola dan menghasilkan uang.

Selain itu, kita juga harus mempersiapkan generasi berikutnya yaitu anak-anak kita.

Salah satu kesalahan umum dalam mengelola keuangan pada usia ini adalah kurangnya dana investasi untuk pendidikan, kesehatan dan kebutuhan penting lainnya.

Baca Juga: 5 Tips Mengatur Keuangan Agar Kamu Punya Tabungan, Kuncinya Adalah Disiplin dan Konsisten!

Hal ini seringkali disebabkan oleh kurangnya manajemen keuangan yang baik terutama dalam hal investasi sejak awal.

Akibatnya, banyak orang terjebak dalam pola hidup yang mengharuskan mereka untuk terus meminjam uang demi memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa memiliki dana investasi yang cukup.

Selain itu, dengan pola keuangan yang tidak memadai, kita juga tidak mengajarkan pendidikan keuangan kepada anak-anak kita dan mereka akan cenderung mengikuti pola keuangan yang salah seperti yang kita lakukan.

Oleh karena itu, sangat penting memiliki manajemen keuangan yang baik dan memahami pentingnya investasi pada usia ini.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# rentang usia
# Menabung
# Kesalahan
# Investasi
# keuangan

News Update

Metropolitan

Kunjungan Turis DKI Jakarta Tembus Jutaan, Ekonomi Ibu Kota Berhasil Capai Rp 67,5 Triliun!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, ke Ibu Kota mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Metropolitan

Siap Hadirkan Ruang Publik Sehat, Pemprov DKI Targetkan Bangun 10 RTH Baru hingga Akhir 2026!

Hingga akhir tahun 2026 mendatang, Pemprov Jakarta menargetkan pembangunan 10 ruang terbuka hijau (RTH) baru di berbagai titik.

Metropolitan

Kolaborasi Homy Nomad Fatmawati dan Flow Society Gelar Yoga Seamless Strength

Homy Nomad Fatmawati berkolaborasi dengan komunitas yoga Flow Society menggelar kegiatan yoga

Bisnis

Tiga Strategi Utama SMF untuk Dukung Likuiditas Lembaga Penyalur Kredit

Dalam memperkuat perannya di sektor pembiayaan perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalankan tiga strategi utama, yaitu mendukung program Pemerintah menyediakan likuiditas

Bisnis

Per Juni 2026, SMF Bukukan Akumulasi Penyaluran Pembiayaan Sebesar Rp141,61 triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas sekaligus alat fiskal Pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pembiayaan perumahan

News

Lembaga Baru! Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia, Tugasnya Apa?

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.