5 Jurusan Kuliah Sepi Peminat di UNDIP, padahal Punya Prospek Kerja Keren dan Gaji Fantastis!

Beberapa jurusan kuliah sepi peminat di Undip ini punya prospek kerja yang cukup menjanjikan dengan gaji yang tergolong fantastis.
Beberapa jurusan kuliah sepi peminat di Undip ini punya prospek kerja yang cukup menjanjikan dengan gaji yang tergolong fantastis.

AYOJAKARTA.COM - Universitas Diponegoro atau disingkat UNDIP adalah salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia.

Kampus utama Undip terletak di Tembalang, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

Undip juga memiliki kampus lain yang bernama Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) yang terletak di Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah.

Bagi kamu yang ingin menjadi mahasiswa Undip, yuk cari tau jurusan kuliah apa saja yang masuk deretan sepi peminat di Undip.

Progam studi sepi peminat di Undip ini, bisa menjadi referensi kamu untuk mengambil jurusan kuliah tersebut agar peluang lolos semakin besar karena saingannya hanya sedikit.

Namun, jangan salah beberapa jurusan kuliah sepi peminat di Undip ini punya prospek kerja yang cukup menjanjikan dengan gaji yang tergolong fantastis.

Lalu, apa saja jurusan kuliah yang sepi peminat di Undip dengan prospek kerja menjanjikan dan gaji besar?

Baca Juga: 10 PTN dengan Jurusan Psikologi Terbaik di Indonesia, Nomor 1 Bukan UGM, Lalu Kampus Mana?

Telah dirangkum AyoJakarta.com dari berbagai sumber, berikut ini jurusan kuliah sepi peminat di Undip berdasarkan data SNMPTN pada tahun 2022 lengkap dengan prospek kerja dan gaji yang diterima saat sudah bekerja.

1. Sejarah

Jurusan kuliah sepi peminat di Undip yang pertama adalah prodi Sejarah, berdasarkan data tahun 2021, pendaftar prodi sejarah hanya 176 orang.

Padahal, jurusan Sejarah di kampus Undip ini sudah memiliki akreditasi A.

Selain itu, untuk prospek kerja jurusan kuliah Sejarah juga tergolong cukup luas.

Setelah lulus, kamu bisa berkarier menjadi seorang peneliti sejarah atau sejarawan, penulis buku sejarah, dan dosen mata kuliah sejarah.

Gaji yang diterima rata-rata jika kamu berkarier di bidang sejarah adalah Rp 2 juta hingga Rp 10 juta per bulan di tahun 2023.

2. Teknologi Hasil Perikanan

Teknologi Hasil Perikanan juga memiliki pendaftar sebanyak 176 orang dengan daya tampung pada tahun 2022 adalah 22 orang.

Meski sepi peminat jurusan kuliah di Undip ini sudah memiliki akreditasi Unggul pada tahun 2022 lalu.

Prospek kerja setelah lulus dari Teknologi Hasil Perikanan juga tergolong luas, yaitu bekerja di lembaga Pemerintah maupun swasta, atau berwirausaha sendiri.

Mayoritas pekerja di bidang perikanan bisa mendapatkan gaji rata-rata Rp 2 juta hingga Rp 4 juta, namun hal tersebut bisa lebih tinggi jika kamu bekerja menjadi PNS atau berwirausaha mandiri.

3. Akuakultur

Akuakultur masuk dalam jurusan kuliah sepi peminat di Undip pada tahun 2022 lalu, pendaftar di jurusan kuliah ini hanya 151 dengan daya tampung 20 orang.

Prospek kerja Akuakultur setelah lulus juga sangat luas, kamu bisa menjadi pengajar, bekerja di Kementerian Perikanan dan Kelautan, BUMN (Badan Usaha Milik Negara), LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), petambak, wirausaha maupun bank.

Hampir sama dengan Teknologi Budidaya Perikanan, di mana rata-rata gaji yang diterima berkisar Rp 2 juta hingga Rp 4 juta.

Namun, hal tersebut bisa saja lebih tinggi jika kamu berkarier menjadi seorang PNS atau berwirausaha.

4. Perikanan Tangkap

Undip memiliki jurusan kuliah Perikanan Tangkap dengan akreditasi A, namun prodi ini masih tergolong sepi peminat.

Pada tahun 2022, prodi Perikanan Tangkap pendaftarnya hanya berjumlah 104 orang.

Adapun untuk prospek kerja setelah lulus juga sangat luas, kamu bisa berkarier di lembaga Pemerintah maupun swasta.

Untuk gaji yang diterima lulusan perikanan tangkap juga hampir sama dengan lulusan perikanan lainnya yakni berkisar Rp 2 juta hingga Rp 4 juta.

5. Administrasi Publik

Jurusan kuliah sepi peminat di Undip yang terakhir adalah prodi Administrasi Publik.

Prospek kerja jurusan kuliah Administrasi Publik sangat luas, umumnya akan terjun ke instansi pemerintah pusat maupun daerah baik sebagai PNS maupun non-PNS.

Adapun untuk estimasi gaji rata-rata yang diterima lulusan Administrasi Publik saat sudah bekerja, adalah sebagai berikut:

• Pemerintah: Rp 5 juta hingga Rp 15 juta per bulan.

• Organisasi Non-Pemerintah: Rp 4 juta hingga Rp 12 juta per bulan.

• Sektor Swasta: Rp 6 juta hingga Rp 20 juta per bulan

Baca Juga: 5 Jurusan Sosial Ini malah Jadi Pilihat Favorit Lulusan IPA Saat Kuliah

Demikian informasi terkait 5 jurusan kuliah sepi peminat di Undip, dengan prospek kerja dan besaran gaji yang diterima saat sudah bekerja. Kamu tertarik ambil prodi apa?

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Kuliah
# Undip
# sepi peminat
# Jurusan
# prospek kerja
# gaji

News Update

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.

Teknologi

Axioo Hype AMD X1, Laptop 5 Jutaan dengan Garansi Anti Maling

Laptop Rp5 jutaan Axioo Hype AMD X1 dipuji Deddy Irvan berkat layar IPS FHD, RAM upgradeable, kamera 2MP jernih, backlit keyboard, serta garansi fenomenal Axioo ADP 3 tahun (termasuk kecurian).

Metropolitan

Permudah Akses Perbankan, Rano Karno Instruksikan ATM Bank Jakarta Hadir di Semua Rusun

Kebijakan ini diharapkan dapat mempermudah warga dalam melakukan berbagai transaksi keuangan tanpa harus pergi jauh dari tempat tinggal mereka.

Ekonomi

Pemerintah Mulai Simulasikan Penyaluran Bansos PKH dan BPNT Lewat Koperasi Desa Merah Putih, Ini Penjelasan Kemensos

Langkah ini merupakan bagian dari uji coba untuk memperkuat sistem distribusi bantuan agar semakin mudah dijangkau masyarakat.

Jakarta Pusat

PAM Jaya Gerak Cepat Tangani Pipa Bocor Imbas Proyek JSDP, Suplai Air Dipastikan Tetap Mengalir

Dirut PAM Jaya mengatakan kebocoran bermula saat kontraktor proyek melakukan pekerjaan pengecekan di area sekitar jaringan pipa utama milik PAM Jaya.