5 Kebiasaan Toxic Ini Sering Dianggap Normal, Hati-hati! Senang Mengomentari Fisik Orang Lain Salah Satunya

Ilustrasi Kebiasaan Toxic Ini Sering Dianggap Normal.
Ilustrasi Kebiasaan Toxic Ini Sering Dianggap Normal.

AYOJAKARTA.COM -- Pernahkah kamu mendapatkan komentar mengenai fisikmu? Atau malah kamu adalah orang yang senang mengomentari fisik orang lain?

Ternyata, hal tersebut merupakan sebuah kebiasaan toxic yang harus segera dihentikan loh. Apa sih kebiasaan toxic itu?

Kabisaan toxic merupakan sebuah kebiasaan yang bisa merugikan orang lain maupun diri sendiri. Hal ini termasuk juga sikap, tindakan hingga perlakukan yang bisa memberikan pengaruh negatif baik untuk orang lain maupun diri sendiri.

Baca Juga: Tes Penglihatan: Temukan Kucing di Gambar Ini untuk Uji Ketajaman Mata dan Daya Fokusmu, Tertarik Mencoba?

Namun sayangnya, kebiasaan toxic ini masih dianggap normal dan lumrah oleh kebanyakan orang. Kebanyakan dari mereka menganggap ini sebuah kebiasaan yang biasa saja.

Tanpa disadari, ternyata kebiasaan toxic ini bisa membuat salah satu atau kedua belah pihak merasa menderita dan sakit hati.

Lantas, apa saja sih kebiasaan toxic yang sering dianggap normal dan harus segera dihentikan?

Dilansir Ayojakarta.com dari akun Instagram @yonmarhanggara, berikut ini 5 kebiasaan toxic yang sering dianggap normal dan harus segera dihentikan.

Baca Juga: Tes Ilusi Optik: Temukan Huruf H di Antara Huruf B, Ketahui Seberapa Tajam Penglihatan Kamu

1. Ketika sedang curhat malah adu nasib

Kebiasaan toxic pertama yang sering dianggap normal dan harus segera dihentikan yaitu ade nasib ketika sedang curhat.

Ketika orang lain sedang curhat biasanya memiliki tujuan untuk didengarkan atau dibantu untuk mencari solusi, bukannya untuk dibanding-bandingkan.

Mereka yang memiliki kebiasaan toxic ini akan mengeluarkan kalimat andala berupa "kamu masih mending, lah aku...". Kalimat ini akan keluar ketika ada orang lain yang sedang curhat, bukan mendengarkan tapi mereka sibuk membanding-bandingkan.

Ingatlah, jika masalah hidup bukan sebuah ajang untuk adu nasib mana yang lebih kuat dan mana yang lebih menderita.

Jadi, cobalah untuk lebih memperhatikan lagi sikap kita ketika ada seseorang yang sedang curhat.

Baca Juga: Caramu Membawa Tas Bisa Ungkap Banyak Hal Tentang Kepribadianmu, Kamu Tipe yang Mana?

2. Emotional dumping

Kebiasaan toxic kedua yang sering dianggap normal dan harus segera dihentikan yaitu emosional dumping.

Emotional dumping ini ketika seseorang marah dan menghadapi masalah dengan orang lain, tapi berimbas ke semua orang yang tidak memiliki hubungan dengan maslah tersebut.

Kebiasaan seperti ini jika dilakukan secara terus menerus akan berubah menjadi toxic, tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain.

Orang lain akan merasa disalahkan atas sesuatu yang sebenarnya tidak pernah mereka lakukan.

Jika kamu sedang marah atau sedang ada masalah dengan orang lain, sebaiknya segera tenangkan diri terlebih dahulu agar tindakanmu nantinya tidak menyakiti orang lain.

Baca Juga: Bongkar Kepribadian Seseorang Lewat Cara Berjalan, yang Suka Jalan Lambat Ternyata...

3. Mengomentari fisik orang lain

Hayo siapa yang masih sering mengomentari fisik orang lain? Ternyata mengomentari fisik orang lain masuk dalam kebiasaan toxic loh.

Komentar fisik yang tujuannya untuk mrendahkan orang lain bisa mengakibatkan orang lain sakit hati.

Bagi sebagian orang yang sedang berjuang melawan rasa insecure-nya, hal ini bisa membuat mereka merasa semakin rendah diri.

Sebaiknya berhati-hati jika ingin mengomentari sesuatu, jangan sampai apa yang keluar dari mulutmu menyakiti orang lain.

Karena sesungguhnya kita tidak tahu apa yang sebenarnya mereka alami di belakang, menjaga lisan tidak ada salahnya kan.

Baca Juga: Pedagang Tanah Abang Minta Shopee dan Lazada Juga Ditutup, Warganet: Ngelunjak

4. Gosip yang penuh bumbu

Salah satu kebiasaa toxic yang serng dianggap normal dan harus dihentikan segera yaitu kebiasaan bergosip yang penuh bumbu.

Berawal dari sebuah gosip yang ditambah dengan bumbu-bumbu bisa berakhir denga rumor sana sini.

Padahal belum tentu rumor tersebut benar adanya, namun karena sudah menjadi sebuah kebiasaan maka mereka yang suka bergosip tidak lagi memperdulikan hal tersebut.

Alih-alih bergosip, alangkah baiknya mengobrol mnegenai ide-ide baru, saling bertukar pendapat, atau menceritakan hal lainnya yang lebih berbobot.

5. Menganggap orang lain terlalu baperan

Menganggap orang lain terlalu baperan menjadi salah satu kebiasaan toxic yang sering dianggap normal dan harus segera dihentikan.

Baca Juga: Tes IQ: Temukan 3 Perbedaan pada Gambar untuk Menguji Ketelitian Kamu

Selalu menganggap orang lain baperan dengan ucapan dan tindakanmu bisa membuat orag lain marah, kesal dan tidak nyaman jika berada di dekatmu.

Sebelum melakukan hal ini, cobalah untuk membalik posisinya. Apa yang kamu rasakan jika orang lain menganggap kamu baperan karena tindakan maupun ucapan mereka membuat kamu tersinggung?

Pastinya kamu juga akan merasakan hal yang sama dengan mereka, akan merasa marah, kesal dan tidak nyaman.

Jika ucapan maupun tindakan kamu membuat orang lain tersinggung, jangan ragu dan segeralah untuk meminta maaf.

Jangan memberikan pembelaan apapun termasuk mengatakan jika mereka baperan. Hal tersebut jika dilakukan akan membuat orang lain semakin kesal denganmu.

Baca Juga: Ditutup Hari Ini! Berikut Daftar Jumlah Pelamar CPNS 2023 pada 14 Instansi, Kemenkumham Paling Banyak Peminat!

Dari 5 kebiasaan toxic di atas, manakah yang masih sering kamu lakukan? yuk segera berhenti sebelum semuanya terlambat.

Jangan sampai kamu menyesal hanya karena kebiasaan toxic yang sering kamu lakukan ini.

Itulah informasi mengenai 5 kebiasaan toxic yang dianggap normal dan harus segera dihentikan. Semoga bermanfat.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# dianggap
# normal
# normal
# toxic
# Kebiasaan

News Update

Metropolitan

Kunjungan Turis DKI Jakarta Tembus Jutaan, Ekonomi Ibu Kota Berhasil Capai Rp 67,5 Triliun!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, ke Ibu Kota mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Metropolitan

Siap Hadirkan Ruang Publik Sehat, Pemprov DKI Targetkan Bangun 10 RTH Baru hingga Akhir 2026!

Hingga akhir tahun 2026 mendatang, Pemprov Jakarta menargetkan pembangunan 10 ruang terbuka hijau (RTH) baru di berbagai titik.

Metropolitan

Kolaborasi Homy Nomad Fatmawati dan Flow Society Gelar Yoga Seamless Strength

Homy Nomad Fatmawati berkolaborasi dengan komunitas yoga Flow Society menggelar kegiatan yoga

Bisnis

Tiga Strategi Utama SMF untuk Dukung Likuiditas Lembaga Penyalur Kredit

Dalam memperkuat perannya di sektor pembiayaan perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalankan tiga strategi utama, yaitu mendukung program Pemerintah menyediakan likuiditas

Bisnis

Per Juni 2026, SMF Bukukan Akumulasi Penyaluran Pembiayaan Sebesar Rp141,61 triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas sekaligus alat fiskal Pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pembiayaan perumahan

News

Lembaga Baru! Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia, Tugasnya Apa?

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.