AYOJAKARTA.COM - Istilah psikopat sangat sering digunakan dan cukup populer di masyarakat.
Kamu sendiri pasti seringkali mendengar istilah psikopat dan bagaimana bayangan yang muncul tentangnya.
Namun, secara disiplin psikologi, tidak banyak orang yang tahu arti psikopat dan pengertian sebenarnya.
Banyak orang mengira psikopat adalah seseorang yang pada dasarnya memiliki sifat kejam, tetapi tidak selalu demikian.
Psikopat juga seringkali disalah artikan sebagai sosiopat, atau memiliki sifat sosiopat.
Pada kenyataannya, baik psikopat maupun sosiopat bukanlah hasil diagnosis penyakit mental yang sebenarnya.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Kenali Karakter Tersembunyi Pria dari Postingan Instagramnya, Apakah Narsis?
Dalam dunia psikiatri, keduanya berada di bawah payung kondisi yang disebut gangguan kepribadian antisosial (Antisocial Personality Disorder – ASPD).
Eric Patterson, seorang konselor profesional berlisensi yang berbasis di Cabot, Pennsylvania, menjelaskan bahwa ada banyak informasi yang salah di luar sana tentang psikopat.
“Menyebut seseorang sebagai psikopat memiliki konotasi yang sangat negatif,” kata Patterson.
Baca Juga: Ini Cara Cek Bansos Kemensos 2024 Secara Online Untuk Cek Penerima BPNT, Apakah Nama Kamu Terdaftar?
“Beralih ke diagnosis seperti gangguan kepribadian antisosial memungkinkan para ahli untuk menggunakan seperangkat kriteria diagnostik untuk membuat diagnosis,” lanjut Patterson.
Dengan banyaknya kebingungan mengenai istilah psikopat, bagaimana bisa diketahui apakah seseorang memiliki gangguan kepribadian antisosial?
Berikut adalah 5 tanda dan gejalanya:
1. Mengabaikan Orang Lain dan Nilai-nilai Masyarakat
Mengabaikan orang lain adalah salah satu tanda ASPD yang paling menonjol. Perilaku ini melibatkan pelanggaran hak-hak orang lain dan hukum yang ditetapkan oleh masyarakat.
Seseorang dengan ASPD mungkin tidak mengikuti norma-norma masyarakat, dan mereka mungkin melakukan hal-hal yang dianggap melanggar hukum oleh orang lain.
Baca Juga: Ini Cara Cek Bansos Kemensos 2024 Secara Online Untuk Cek Penerima BPNT, Apakah Nama Kamu Terdaftar?
2. Gemar Berbohong dan Cenderung Manipulasi
Orang dengan ASPD juga cenderung berpartisipasi dalam perilaku curang. Mereka bahkan mungkin berbohong tentang nama mereka dan menggunakan identitas lain.
Biasanya, kebohongan tersebut merupakan upaya untuk mendapatkan sesuatu dari orang lain, seperti keuntungan finansial atau lainnya.
Mereka mungkin memanipulasi orang dengan menggunakan pesona dan sanjungan. Manipulasi ini juga dapat melibatkan pelecehan emosional atau pemerasan.
3. Agresivitas
Penting untuk dicatat, bahwa tidak semua psikopat agresif secara fisik. Namun, sifat umum di antara orang-orang dengan ASPD adalah mereka bertindak dengan cara yang agresif atau sangat mudah tersinggung.
Meskipun agresi ini dapat melibatkan perkelahian fisik, agresivitas tidak harus bersifat fisik. Hal ini juga bisa melibatkan pelecehan verbal.
4. Impulsif atau Bersikap Tiba-tiba Menuruti Emosi
Orang dengan ASPD dapat bertindak impulsif, artinya mereka melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkan akibatnya.
Ketika berperilaku dengan cara yang berisiko, mereka mungkin tidak memikirkan keselamatan mereka sendiri atau keselamatan orang lain.
Karena sifat impulsif inilah, orang dengan ASPD lebih mungkin untuk menyalahgunakan narkoba daripada lainnya.
Orang dengan ASPD juga memiliki peluang lebih tinggi untuk tertular penyakit menular seksual karena perilaku seksual impulsif.
Dan juga, orang dengan ASPD memiliki kemungkinan kematian lebih awal daripada orang tanpa gangguan serupa, seperti kecelakaan, cedera, atau bunuh diri.
5. Tidak Memiliki Penyesalan
Seseorang dengan ASPD tidak merasa bersalah atau menyesal atas apa yang telah mereka lakukan.
Bahkan, orang dengan ASPD mungkin juga mencoba merasionalisasikan kerugian dari yang mereka sebabkan.
Patterson menunjukkan bahwa tidak semua orang memiliki semua gejala ASPD.
“Satu orang mungkin secara agresif menghadapi dan menyakiti orang lain secara fisik, sementara yang lain mungkin secara diam-diam memanipulasi orang lain,” kata Patterson.
Jadi, ciri-ciri psikopat dapat bervariasi dari satu orang ke orang lain.
Dan meskipun kekerasan mungkin merupakan gejala agresi seseorang, tidak semua psikopat melakukan kekerasan secara fisik.
Pada akhirnya, orang ASPD menggunakan orang lain untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Bagi orang dengan ASPD, tujuan menghalalkan segala cara sampai pada titik ekstrim.
***

Share this article
Banyak orang mengira psikopat adalah seseorang yang pada dasarnya memiliki sifat kejam, tetapi tidak selalu demikian.