AYOJAKARTA.COM – Depresi adalah gangguan mental yang sering kali diabaikan atau dianggap remeh oleh banyak orang.
Depresi merupakan penyakit serius yang dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang secara signifikan.
Ada beberapa tipe depresi yang berbeda, dan pemahaman tentang perbedaanya dapat membantu dalam penanganan dan pengobatan yang tepat.
Dikutip dari Instagram @insightme.id, berikut empat tipe depresi yang umum, yaitu depresi eksistensial, depresi psikologis, depresi biologis, dan depresi situasional.
Baca Juga: 5 Bahaya Efek Mendengarkan Lagu Galau untuk Psikologis Kesehatan Mental, Bisa Meningkatkan Depresi
1. Depresi eksistensial atau existential depression
Depresi eksistensial adalah bentuk depresi yang muncul ketika seseorang merasa kehilangan makna hidupnya.
Orang yang mengalami depresi eksistensial seringkali merasa terjebak dalam siklus pertanyaan tentang tujuan hidup, arti keberadaan, dan apakah hidup mereka memiliki makna yang sebenarnya.
Perasaan kekosongan dan kebingungan ini dapat menyebabkan kecemasan yang parah dan perasaan tidak berharga.
Seseorang yang mengalami depresi eksistensial mungkin merasa terisolasi dari orang-orang di sekitarnya dan kesulitan menemukan hubungan yang bermakna.
Mereka juga mungkin merasa kehilangan minat dan antusiasme dalam aktivitas yang sebelumnya mereka nikmati.
Penting untuk diingat bahwa depresi eksistensial bukanlah sekadar rasa sedih, tetapi merupakan perasaan yang mendalam tentang ketidakberartian hidup.
2. Depresi psikologis atau psychological depression
Depresi psikologis, atau yang juga dikenal sebagai depresi klinis, adalah bentuk depresi yang paling umum dan dikenal secara luas.
Depresi ini disebabkan oleh faktor psikologis dan emosional, seperti adanya perasaan putus asa, kecemasan yang berlebihan, atau perasaan rendah diri yang berkepanjangan.
Banyak faktor yang dapat memicu depresi psikologis, termasuk stres kronis, trauma masa lalu, atau ketidakseimbangan kimia dalam otak.
Orang yang mengalami depresi psikologis mungkin mengalami perubahan perilaku yang signifikan, seperti penurunan minat, perubahan pola makan, gangguan tidur, atau kehilangan energi secara keseluruhan.
Mereka juga mungkin merasa terjebak dalam siklus pikiran negatif dan sulit melihat sisi positif dari hidup.
Pengobatan untuk depresi psikologis biasanya terapi bimbingan, dan dalam beberapa kasus, penggunaan obat-obatan antidepresan.
3. Depresi biologis
Depresi biologis, juga dikenal sebagai depresi klinis berat atau depresi mayor, memiliki dasar biologis yang kuat.
Faktor genetik, perubahan kimia dalam otak, atau ketidakseimbangan hormon dapat menjadi penyebab depresi biologis.
Orang yang mengalami depresi biologis mungkin memiliki riwayat keluarga dengan gangguan mental serupa, seperti depresi atau gangguan kecemasan.
Gejala depresi biologis sering kali lebih parah daripada bentuk depresi lainnya.
Seseorang dapat mengalami perasaan ekstrem sedih atau kehampaan, kehilangan minat dan motivasi, perubahan berat badan yang signifikan, insomnia, atau kelelahan yang berlebihan.
Baca Juga: Kenali Gejala-gejala Utama Depresi, Tanda-tanda Ini Jangan Dianggap Sepele, Bisa Berujung Fatal!
4. Depresi situasional
Depresi situasional terjadi sebagai akibat dari situasi hidup yang sulit atau stresor yang signifikan.
Banyak peristiwa atau perubahan hidup dapat menjadi pemicu depresi situasional, seperti kehilangan pekerjaan, kematian orang terkasih, atau perceraian.
Perasaan sedih dan putus asa yang berkepanjangan dapat mengganggu fungsi sehari-hari dan mengganggu kualitas hidup.
Seseorang yang mengalami depresi situasional mungkin merasa terjebak dalam perasaan sedih yang mendalam dan sulit melihat harapan di masa depan.
Mereka mungkin juga merasa terisolasi dan sulit untuk menemukan dukungan sosial yang memadai.
Pengobatan untuk depresi situasional melibatkan dukungan emosional, terapi bimbingan, atau dalam beberapa kasus, penggunaan obat-obatan antidepresan.***
Share this article
Ada beberapa tipe depresi yang berbeda, dan pemahaman tentang perbedaanya dapat membantu dalam penanganan dan pengobatan yang tepat.