AYOJAKARTA.COM – Banyak dari seseorang memiliki pengalaman masa kecil yang memengaruhi secara emosional, baik secara positif maupun negatif.
Hal yang sering kali menyakitkan adalah ketika orang tua mengucapkan sesuatu yang membuat merasa terluka.
Kadang-kadang, kata-kata tersebut dapat meninggalkan bekas yang dalam, bahkan hingga masa dewasa.
Kekuatan kata-kata sering diabaikan, tanpa menyadari dampaknya yang mendalam terhadap anak-anak.
Namun, seseorang sering baru menyadari kesalahan itu setelah kerusakan mental yang telah terjadi.
Itulah mengapa penting bagi seseorang untuk merenung sejenak sebelum mengeluarkan kata-kata, terutama ketika menjadi orang tua.
Pentingnya berpikir sebelum berbicara kepada anak-anak, khususnya saat memegang peran sebagai orang tua.
Dilansir AyoJakarta.com dari video YouTube Psych2Go yang diunggah pada 1 September 2021, berikut hal-hal yang tidak boleh dikatakan kepada anak untuk menjaga kesehatan mental agar tidak trauma.
Baca Juga: 4 Cara yang Bisa Dilakukan untuk Hadapi Orang yang Meremehkan Orang Lain, Hati-hati Menguras Mental!
1. Ada apa denganmu?
Mengkritik minat atau perilaku anak karena berbeda dengan orang tua dapat merusak harga diri anak dan membuat mereka meragukan nilai diri mereka.
2. Saya tidak punya waktu
Menyatakan kekurangan waktu atau perhatian bagi anak dapat membuat mereka merasa diabaikan dan kesepian.
3. Saya harap kamu lebih seperti ini
Membandingkan anak dengan orang lain seperti saudara atau teman, dapat menciptakan perasaan tidak cukup baik dan membuat mereka meragukan cinta orang tua.
4. Kamu mengecewakan saya
Menyatakan rasa kecewa karena kesalahan anak dapat menghambat kemampuan mereka untuk belajar dari kesalahan dan merusak rasa aman.
5. Mengapa tidak?
Bertanya mengapa anak tidak mencapai standar tertentu bisa meningkatkan kecemasan dan perfeksionisme, merusak harga diri mereka.
6. Karena aku bilang begitu
Menggunakan pola asuh otoriter tanpa ruang untuk diskusi dapat menyebabkan anak merasa tidak aman dan berkembang dengan harga diri yang buruk.
7. Apa yang akan dikatakan orang-orang?
Menyuarakan kekhawatiran tentang pandangan orang lain terhadap anak, seperti terkait orientasi seksual dapat membuat anak merasa malu.
8. Saya akan pergi dan tidak akan pernah kembali lagi
Mengancam untuk meninggalkan anak secara emosional dapat merusak hubungan orang tua-anak di masa depan.***

Share this article
Banyak dari seseorang memiliki pengalaman masa kecil yang memengaruhi secara emosional, baik secara positif maupun negatif.