AYOJAKARTA.COM - Alam mempunyai kekuatan yang membuat kita tertarik. Bagaimanapun, kita semua adalah anak-anak alam, lahir ke dunianya dan diberi makan dari kekayaannya.
Tidak peduli betapa menakjubkannya teknologi yang dikembangkan, kembali ke alam membuat kita merasa benar-benar hidup.
Dilansir dari kanal Youtube Mind Oddities, cara kita berinteraksi dengan alam, khususnya gunung, merupakan ungkapan jati dirimu.
Berikut adalah pertanyaan yang harus kamu jawab saat berada di gunung untuk mengungkapkan kepribadianmu, khususnya relasimu dengan ayah.
1. Kamu berangkat mendaki gunung untuk mencari batu yang sangat langka. Apa kesan kamu terhadap gunung saat kamu berdiri di kakinya?
2. Setelah susah payah mencari, kamu masih belum menemukan batunya, dan sekarang matahari telah terbenam. Apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?
3. Kamu akhirnya menemukan batu yang kamu cari. Batu jenis apa itu? Jelaskan ukuran, berat, dan nilainya.
4. Sekarang saatnya turun gunung dan pulang ke rumah. Kata-kata perpisahan apa yang kamu miliki untuk gunung itu, dan apa jawabannya?
Gunung yang menjulang di hadapan kamu melambangkan ayahmu, atau sosok ayah dalam hidup kamu.
Dalam istilah psikologi, gunung merupakan manifestasi dari arketipe dari orang tua yang bijaksana.
Batu yang kamu cari melambangkan kemampuan dan kekuatan yang harus kamu temukan dalam diri kamu dalam perjalanan kamu sendiri menuju kemandirian dewasa.
1. Kesanmu terhadap gunung menunjukkan gambaranmu tentang ayahmu.
Baca Juga: Buku yang Kamu Baca Ternyata Bisa Mengungkap Tipe Kepribadianmu Seperti Apa Lho!
Apakah itu sulit dan tidak bisa dimaafkan? Lembut dan mudah ditaklukkan?
Atau apakah kamu memiliki gambaran ideal tentang puncak megah yang sepertinya menyambut dan menyemangatimu dalam pencarianmu?
2. Batu yang kamu cari mewakili bakat atau kekuatan kamu yang belum ditemukan.
Tanggapan kamu terhadap pertanyaan ini menunjukkan apakah kamu akan menyadari potensi yang belum dimanfaatkan itu.
Orang-orang yang mengatakan bahwa mereka akan terus mencari batu itu apa pun yang terjadi cenderung menunjukkan kegigihan dan tekad yang sama dalam hidup mereka, tidak pernah menyerah bahkan ketika upaya tampaknya tidak membuahkan hasil.
Mereka yang mengatakan bahwa akan berhenti pada hari itu tetapi kembali lagi untuk melanjutkan pencarian adalah tipe orang yang mengatur kecepatan mereka sendiri, menyebarkan upaya mereka dalam jangka waktu yang lama.
Orang-orang yang berhenti mencari batu itu berada dalam bahaya tidak pernah mencapai potensi mereka yang sebenarnya.
3. Cara kamu mendeskripsikan batu itu menunjukkan perasaan harga diri kamu.
Seberapa besar dan beratnya, dan bagaimana menurut kamu nilainya?
“Oh, lima puluh ribu rupiah atau lebih.” Hmm, penilaiannya tidak seberapa ya?
“Ternyata itu adalah berlian besar yang bernilai jutaan, ratusan juta, atau bahkan miliaran!” Tunggu dulu, jangan terbawa oleh diri kita sendiri.
4. Kata-kata perpisahanmu kepada gunung mengungkapkan apa yang selama ini kamu inginkan, namun tidak pernah mampu kamu ucapkan kepada ayahmu. Apakah kamu mengenali pola-pola ini?
Mungkin ini saatnya kamu dan ayahmu duduk untuk ngobrol sambil menikmati secangkir kopi manis dengan pisang goreng hangat.***

Share this article
Perjalanan di gunung ternyata dapat mencerminkan hubunganmu dengan ayahmu, apakah baik-baik saja? Cek penjelasannya di sini!