AYOJAKARTA.COM - Disadari atau tidak, situasi yang dialami serta dirasakan setiap individu saat ini merupakan buah dari keputusan di masa lalunya.
Perasaan bahagia, kepuasan terhadap makna hidup dan membuat batin merasa lebih tenang mencerminkan hasil dari keputusan tepat di waktu lampau.
Namun jika yang pernah diambil di masa lalu adalah keputusan tidak tepat, maka akan mengundang perasaan tertekan, tidak bahagia dan mendatangkan penyesalan.
Mengingat sebuah keputusan merupakan bagian penting dari garis hidup setiap orang, mendalami setiap kemungkinan perlu selalu dipertimbangkan.
Baca Juga: 5 Keputusan yang Tidak akan Kamu Sesali di Usia 20-an, Bangun Personal Branding Salah Satunya
Selain menggali dan menganalisis secara cermat peluang dari sebuah keputusan, memberikan waktu khusus terhadap diri sendiri juga tidak boleh diabaikan.
Dengan memberi ruang bagi kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual bekerja secara optimal sebelum menetapkan keputusan, maka rasa penyesalan bisa ditiadakan.
Pertimbangan-pertimbangan tersebut sangat perlu dilakukan saat seseorang mendapati situasi dilematis dalam kehidupan sosial.
Sebagai acuan agar terhindar dari perasaan menyesal akibat salah membuat keputusan, berikut ini adalah jenis-jenis situasi yang memerlukan pertimbangan mendalam.
Dikutip dari akun Instagram @timothyjch, Selasa (23/4/2024) situasi pertama yang sebaiknya tidak dilakukan keputusan secara tergesa-gesa adalah saat mencintai seseorang.
Cinta seringkali merupakan cermin perilaku yang bersifat mutual, sehingga tidak sedikit orang memalsukannya dengan Love Bombing atau ledakan cinta.
Orang yang terkena dampak ledakan cinta, cenderung akan meninggalkan kecerdasan intelektual sehingga mudah hanyut dalam perasaan semu dan menipu.
Karena itu, situasi selanjutnya yang sebaiknya tidak melakukan pengambilan keputusan secara tergesa-gesa adalah saat menilai karakter seseorang.
Untuk dapat diterima di lingkungan sosial, kebanyakan orang lebih memilih menghadirkan citra diri yang berbeda dengan aslinya.
Oleh sebab itu, situasi yang sebaiknya tidak melakukan keputusan secara tergesa-gesa adalah saat mempercayai seseorang.
Setiap orang memiliki pertimbangan dan perspektif secara pribadi sehingga selalu memiliki kecenderungan berubah dalam menghadapi situasi tertentu.
Selain untuk mencintai, situasi berikutnya yang tidak dilakukan keputusan secara tergesa-gesa adalah saat ingin menikah dengan seseorang.
Menikah memerlukan tanggung jawab dan kesadaran yang sangat besar, sehingga harus memastikan kualitas diri calon pasangan.
Situasi terpenting yang memerlukan waktu lebih ekstra dan pertimbangan menyeluruh serta tidak tergesa-gesa dilakukan keputusan adalah saat dihadapkan dengan resiko besar.
Memutuskan untuk menyudahi suatu hubungan pernikahan, pindah kewarganegaraan atau bahkan kepercayaan memiliki resiko besar baik secara pribadi maupun sosial.
Karena hidup tidak dilengkapi tombol Undo, hal paling esensial sebelum membuat sebuah keputusan adalah selalu melibatkan Tuhan dalam setiap proses. ***

Share this article
Mengambil keputusan tergesa-gesa dalam situasi ini akan berujung penyesalan, salah satunya soal hubungan pernikahan.