AYOJAKARTA.COM - Hampir setiap orang pernah melakukan kebohongan.
Terutama ketika pertama kali bertemu dengan orang baru.
Karena ketika pertama kali bertemu orang baru, saat dimana kita berusaha untuk menampilan diri sebaik-baiknya.
Baca Juga: Sifat Unik Pemilik Golongan Darah AB, Kamu Termasuk?
Di sini 'persona' atau topeng sosial kita akan mengambil peran karena kita tidak ingin dinilai buruk oleh orang lain.
Sebab harus diakui, orang disekeliling juga seringkali suka mendengar 'kebohongan yang halus'. Dari pada suatu kebenaran yang nyata dan pahit.
Agar lebih peka terhadap jenis kebohongan yang mungkin kita dan orang sekitar lakukan, Instagram @psikologid tentang jenis-jenis kebohongan yang selanjutnya dikutip Ayojakarta.com, Minggu 5 Mei 2024.
1. White Lies atau Bohong Putih
Adalah kebohongan yang tidak bermaksud merugikan orang lain.
Disebut juga kalimat-kalimat bohong dengan tujuan baik.
Baca Juga: Rata-Rata IPK Sarjana Indonesia Dibidang Keilmuan Masing-Masing, Teknik Paling Kecil?
Contohnya, ada seorang ibu yang memuji anaknya agar tidak jadi pribadi yang rendah diri.
Atau suami memuji masakan istrinya soal rasa masakan dan yang lain.
2. Beautiful Lies atau Bohong Cantik
Kebohongan yang ditata dengan kalimat yang indah dengan tujuan tersembunyi.
Atau bertujuan untuk mengambil keuntungan dari orang lain.
Contohnya, rayuan lawan jenis. Memuji atasan agar naik jabatan.
Yang cukup sering dilakukan adalah sales atau penjual dengan memuji calon pembeli agar membeli atau tertarik dengan barang dagangannya.
Baca Juga: TOP 10 Kampus Swasta Terbaik di Indonesia versi Terbaru dari SIR 2024, Bisa Jadi Pilihan!
3. Self Lies atau Bohong Pada Diri Sendiri
Kebodohan yang seringkali dilakukan dengan memanipulasi keadaan diri sendiri.
Bisa juga karena ingin menghindari rasa tidak nyaman terhadap sesuatu.
Contohnya, kalimat "Tidak apa-apa", "Aku baik-baik saja".
Karena ini bisa saja berupa 'self talk' positif untuk menipu keadaan diri dan membuat suasana jadi lebih baik.
4. Half Truth atau Bohong Pasif
Kebohongan yang dilakukan dengan cara menyimpan sebagian informasi yang dirasa merugikan pribadinya.
Ini hanya menyampaikan sesuatu yang di rasa aman bagi diri sendiri.
Baca Juga: Kalah Dari Irak, Timnas Indonesia Masih Ada Peluang Lolos Olimpiade dengan Cara Ini
Contohnya, menceritakan kejadian tidak secara utuh dan menyeluruh. Atau pura-pura tidak paham terhadap sesuatu.
5. Mythomania atau Kebiasaan Berbohong
Kebohongan yang dilakukan dengan tujuan ingin memperoleh penerimaan dan juga rasa aman.
Biasanya pelakunya adalah orang ingin dapat perhatian, dikagumi dan ingin populer.
Melebihkan sesuatu yang membanggakan dirinya. Mencari eksan baik atau malah berpura-pura jadi korban kejahatan dan menciptakan keadaan yang dramatis.
***

Share this article
Sebab harus diakui, orang disekeliling juga seringkali suka mendengar kebohongan yang halus. Dari pada suatu kebenaran yang nyata dan pahit.