AYOJAKARTA.COM — Saat menghadapi situasi yang dirasa tidak menyenangkan, setiap individu cenderung akan memperlihatkan sikap reaktif ataupun responsif.
Sikap reaktif atau langsung bertindak tanpa banyak pertimbangan maupun responsif atau mendalami situasi, merupakan bentuk hadirnya emosi dalam diri seseorang.
Namun demikian, ada juga individu yang justru tidak menunjukkan reaksi apapun karena masih bingung dalam mengenali dan menghadapi situasi.
Akibatnya, setiap bentuk gejolak rasa yang tersimpan atau terpendam di dalam diri menjadi semakin sulit dikenali serta dikendalikan.
Bila keberadaan atau kehadiran emosi di dalam diri terus diabaikan, dalam jangka waktu tertentu hal tersebut akan dapat mengubah perilaku serta cara berpikir individu.
Mengingat setiap manusia memiliki peran sebagai makhluk sosial, maka penting untuk dapat memulai hubungan yang baik dengan diri sendiri terlebih dahulu.
Sebab hubungan sosial setiap individu kepada individu lainnya, merupakan cerminan dari hubungan dengan diri sendiri.
Semakin baik hubungan seseorang dengan dirinya sendiri maka output sosial atau perilaku yang tercermin adalah kebaikan, dan begitu pula sebaliknya.
Selain menemui tenaga profesional atau ahli, salah satu cara untuk dapat memulihkan luka emosional dalam diri adalah dengan mengetahui tahap penyembuhan emosi.
Sebagai pengetahuan untuk bekal di kehidupan sosial, berikut ini adalah lima tahap yang biasa terjadi atau dialami seseorang saat dalam proses penyembuhan luka emosi.
Baca Juga: 4 Tanda Kamu Punya Kemampuan untuk Menahan Diri dari Emosi Negatif
Tahap Penyembuhan Luka Emosi
Tahap pertama yang cenderung akan dialami seorang individu dengan luka emosi adalah penyangkalan karena berusaha menolak penderitaan.
Penyangkalan terjadi selain karena rasa takut menderita, juga dapat diakibatkan karena belum bersedia menghormati tekanan emosi yang dirasa.
Bila penghormatan terhadap luapan rasa sudah dapat dikenali, individu yang sedang memulihkan luka emosi akan masuk dalam tahap kedua yakni Kesadaran.
Kesadaran akan membuat individu mulai sedikit terhubung dengan diri sendiri, dan mulai dapat mengenali setiap bentuk emosi.
Tahap ketiga pemulihan dari luka emosi adalah konfrontasi atau pertarungan di dalam diri yang ditandai dengan keinginan kuat menolak atau berusaha menerima situasi.
Pertarungan panjang dan terus berkelanjutan di dalam diri, akan menimbulkan berbagai bentuk dorongan ekspresi yang merupakan tahap Keempat proses pemulihan luka emosi.
Tahap kelima yang biasanya dialami oleh individu saat memulihkan diri dari luka emosi adalah penerimaan.
Seseorang yang telah pulih dari luka emosi ditandai dengan penerimaan terhadap situasi dan rasa di dalam diri atas peristwa tidak menyenangkan yang pernah terjadi.***

Share this article
Saat menghadapi situasi yang dirasa tidak menyenangkan, setiap individu cenderung akan memperlihatkan sikap reaktif ataupun responsif.