AYOJAKARTA.COM – Depresi adalah kondisi kesehatan mental yang sering disalahpahami dan sering dianggap tidak mampu bekerja.
Namun, dampaknya jauh lebih luas, sehingga sulit tidak hanya bekerja, tetapi juga menikmati hobi atau melakukan pekerjaan rumah tangga.
Kondisi ini bisa membuat orang berhenti melakukan hal-hal sehari - hari yang biasanya dianggap remeh.
Dilansir AyoJakarta.com dari video YouTube Mental Healt for Life yang diunggah 5 Mei 2024, berikut 8 hal yang tidak bisa dilakukan orang depresi.
Baca Juga: HP Hasil Menabung Dijual Ibunya, Bocah SD di Cirebon Alami Depresi Berat sampai 10 Bulan
1. Membersihkan rumah
Orang yang biasanya rapi dan teratur mungkin akan berhenti bersih - bersih saat mengalami depresi.
Aktivitas seperti membersihkan kamar atau menyedot debu bisa tertunda karena merasa terlalu lelah atau sibuk.
Kamar yang berantakan adalah hal yang umum bagi mereka yang sedang mengalami depresi.
Penting untuk tidak menyalahkan diri sendiri atas hal ini. Kamar selalu bisa dirapikan ketika kamu mulai merasa lebih baik.
2. Memasak
Memasak adalah kegiatan yang membutuhkan energi fisik dan mental. Proses memikirkan menu, berbelanja, memotong bahan, dan memasak bisa terasa sangat melelahkan.
Akibatnya, penderita depresi lebih sering membeli makanan siap saji atau memesan makanan dari luar, yang bisa meningkatkan pengeluaran dan menyebabkan gizi buruk.
Meskipun sulit, cobalah untuk makan makanan seimbang bila memungkinkan karena hal ini penting untuk pemulihan.
3. Kebersihan pribadi
Bagi orang yang sehat, mandi mungkin tidak terasa melelahkan. Namun, bagi penderita depresi, aktivitas ini bisa menguras energi.
Mereka mungkin menghabiskan waktu hingga dua minggu tanpa keramas, terutama jika memiliki rambut panjang.
Hal ini bisa membuat mereka sulit untuk bertemu orang lain. Jangan merasa bersalah jika mengalami kesulitan menjaga kebersihan pribadi.
Fokuslah pada langkah-langkah kecil yang bisa dilakukan saat merasa lebih baik.
4. Bersosialisasi
Penderita depresi mungkin merasa tidak mampu menghadiri acara sosial atau bahkan menjawab panggilan telepon.
Meskipun menerima undangan dari teman, memaksakan diri untuk bertemu bisa memperburuk kondisi.
Disarankan untuk menjaga interaksi manusia seminimal mungkin selama masa pemulihan.
5. Menjaga jadwal
Kesehatan mental yang bervariasi dari hari ke hari membuat sulit untuk menepati komitmen.
Ada hari-hari ketika merasa energik, tetapi ada juga hari-hari ketika bangun dari tempat tidur saja sulit.
Lebih baik menghindari membuat rencana yang mungkin sulit dipenuhi dan fokus pada istirahat saat diperlukan. Menjaga fleksibilitas dalam jadwal adalah kunci.
6. Menjaga konsistensi
Saran untuk menjaga rutinitas selama depresi, seperti jalan pagi atau berjemur, memang bermanfaat, tetapi tidak selalu mudah diikuti setiap hari.
Prioritaskan istirahat dan tidur, penting untuk tidak terburu - buru kembali ke aktivitas penuh sebelum benar - benar stabil.
7. Mengasuh anak
Mengasuh anak bisa sangat menantang bagi penderita depresi, terutama karena anak - anak mungkin tidak memahami kondisi orang tua mereka.
Bagi beberapa wanita, depresi pascapersalinan membuat segalanya lebih sulit. Mendapat dukungan dari keluarga dan layanan profesional sangat penting selama masa ini.
8. Menabung uang
Pendapatan mungkin berkurang sementara pengeluaran meningkat, membuat tabungan berkurang.
Cobalah untuk melihat tabungan sebagai jaring pengaman yang bisa diisi kembali setelah merasa lebih baik.
Baca Juga: Tips Psikologi: Waspadai Gejala Depresi pada Remaja
Jangan merasa terbebani untuk mencapai cita-cita besar selama masa pemulihan. Fokus pada langkah - langkah kecil dan realistis.
Depresi dapat menghancurkan impian besar, tetapi memaksakan diri untuk mencapai impian tersebut sambil berjuang melawan depresi hanya akan memperburuk keadaan.
Penting untuk menurunkan ekspektasi, mengandalkan bantuan orang lain, dan menjalani kehidupan yang tidak membebani.
Gaya hidup yang lebih sederhana dan fokus pada hal - hal yang menyenangkan bisa menjadi langkah awal yang baik untuk pemulihan.***

Share this article
Depresi adalah kondisi kesehatan mental yang sering disalahpahami dan sering dianggap tidak mampu bekerja.