AYOJAKARTA.COM - Dokter Andri dalam akun TikToknya @psikosomatikandri menyatakan bahwa banyak di antara kita yang mengalami gejala depresi tanpa tahu sebenarnya sudah berapa lama.
Pertama kali kita harus tahu bahwa gejala depresi ini bisa dikaitkan dengan daya kognitif.
Ada beberapa orang yang daya konsentrasinya menurun ketika mengalami depresi.
Namun, menurut dokter Andri, banyak disalahartikan sebagai gangguan pemusatan perhatian atau ADHD.
Baca Juga: Tips Psikologi: Stop Overthinking, Tidak Semua Masalah di Dunia Ini Harus Kamu Pikirkan!
Padahal, itu bisa jadi kamu mengalami depresi.
Konsentrasi yang menurun membuat pikiran dan perasaanmu menjadi mandeg, dan juga kurang konsentrasi tentunya.
Buat kamu yang bekerja di bidang kreatif, kondisi seperti ini sangat luar biasa mengganggu.
Tidak ada lagi ide-ide kreatif yang melintas di kepala.
Hal ini bisa terjadi di usia yang masih muda, seperti 20-an, yang masih mengalami perkembangan kognitif.
Banyak dari kita melakukan hal-hal yang baru dilakukan pertama kali pada usia tersebut.
Jika penurunan daya kognitif ini terjadi, kamu perlu segera mengatasi kondisi tersebut dengan baik.
Kalau misalnya dirasa sangat mengganggu, kamu boleh datang ke dokter jiwa untuk mendapatkan pengobatan medis.
Sebelum nantinya mungkin dokter mencoba mencari dasar dari kondisi depresimu.
Jangan pernah melakukan diagnosis sendiri, dan kemudian mencari obat-obatan sendiri untuk mengatasinya.
Jangan pula kondisi ini dibiarkan berlarut-larut sehingga menambah keparahan depresimu yang bisa berdampak lebih buruk.
***

Share this article
Jangan pernah melakukan diagnosis sendiri, dan kemudian mencari obat-obatan sendiri untuk mengatasinya.