AYOJAKARTA.COM -- Dalam dunia yang semakin terhubung ini, kemampuan berkomunikasi yang efektif adalah keterampilan penting yang harus dimiliki oleh setiap individu.
Franklin, seorang konsultan terkenal menawarkan metode praktis untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dengan mengelompokkan orang menjadi tiga tipe.
Tipe tersebut dibedakan berdasarkan cara mereka berkomunikasi dan merespons. Ketiga tipe tersebut adalah visual, listener, dan toucher.
Dengan mengetahui tipe orang dalam berkomunikasi akan membuat diri lebih percaya diri untuk menanggapinya.
Dilansir AyoJakarta.com dari video TikTok @doktermutan pada Kamis, 4 Juli 2024 membahas tentang hack pikiran dalam berkomunikasi agar lebih percaya diri:
1. Orang yang visual
Orang visual biasanya mengkhawatirkan penampilan mereka. memakai pakaian yang rapi dan aksesori yang mencolok dan sering kali tampak menjaga penampilan mereka secara teliti.
Jika kamu berbicara dengan seseorang yang termasuk dalam tipe visual, penting untuk menjaga kontak mata yang tepat.
Baca Juga: Kamu Harus Tahu! Ini 7 Tanda Psikologi Kamu Memiliki Kepribadian yang Kuat, Mandiri Salah Satunya!
Pandang mata mereka untuk menunjukkan perhatian, tetapi hindari terlalu lama melakukan kontak mata yang dapat membuat mereka merasa tidak nyaman.
Gunakan kata - kata yang berhubungan dengan visual seperti "lihat," "perhatikan," atau "bayangkan."
Hal ini membantu mereka memvisualisasikan apa yang kamu katakan dan membuat mereka merasa lebih terhubung denganmu.
2. Listener (Auditory)
Ciri utama listener yaitu tidak terlalu memperhatikan penampilan fisik mereka dan sering melihat ke bawah atau mengetuk - ngetuk pulpen atau benda lainnya saat berbicara.
Selain itu, tipe orang listener akan lebih tertarik pada nada dan kualitas suara dalam percakapan.
Ketika berbicara dengan tipe auditory, penting untuk tidak terlalu sering melakukan kontak mata, karena hal ini bisa membuat mereka merasa canggung.
Sebaliknya, fokuslah pada penggunaan bahasa yang berhubungan dengan pendengaran seperti "dengar," "saya senang mendengar itu," atau "mari kita dengarkan."
Pendekatan ini membantu mereka merasa didengar dan dipahami, serta membuat percakapan lebih nyaman bagi mereka.
3. Toucher (Kinesthetic)
Toucher biasanya memiliki ciri seperti memakai pakaian yang nyaman dan praktis dan sering mendekatkan diri secara fisik kepada lawan bicara.
Selain itu, orang touher juga sering melakukan sentuhan fisik secara refleks, seperti menyentuh lengan Anda saat berbicara.
Baca Juga: Psikologi: Perhatikan Beberapa Hal yang Ada di Dalam dan Luar Kendali Kamu agar Bisa Hidup Tenang
Untuk tipe kinesthetic, memulai interaksi dengan berjabat tangan atau menyentuh lengan mereka bisa membantu menciptakan koneksi yang kuat.
Gunakan bahasa yang menggugah perasaan seperti "bagaimana perasaanmu," atau "apa yang kamu rasakan setelah mendengar itu."
Pendekatan ini membantu mereka merasa lebih terhubung secara emosional dan fisik dengan percakapan.
Menurut Line Franklin, dengan memahami tipe orang yang kamu ajak bicara dan menyesuaikan gaya komunikasi, kamu dapat membuat mereka merasa lebih nyaman dan terlibat dalam percakapan.
Metode ini sangat bermanfaat bagi mereka yang mungkin merasa canggung atau sulit berbicara di depan umum, seperti introvert.
Dengan menggunakan teknik ini, kamu dapat membuat percakapan menjadi lebih menarik dan produktif, serta meningkatkan kemampuan komunikasi.
Lakukan tiga cara berikut dalam berkomunikasi agar lebih percaya diri:
1. Amati ciri - ciri orang yang kamu ajak bicara untuk menentukan tipe mereka (visual, auditory, kinesthetic).
Baca Juga: Edukasi Psikologi: Mengenal Gejala Schizoid Personality Disorder, dan Pengobatan SPD
2. Gunakan pendekatan yang sesuai dengan tipe mereka untuk membuat mereka merasa lebih nyaman dan terlibat.
3. Praktekkan teknik ini dalam berbagai situasi sosial untuk meningkatkan keterampilan komunikasi kamu.
Dengan memahami dan menerapkan metode ini, kamu dapat meningkatkan keterampilan komunikasi, membuat percakapan lebih efektif, serta membangun hubungan yang lebih baik dengan orang lain.***

Share this article
Dengan mengetahui tipe orang dalam berkomunikasi akan membuat diri lebih percaya diri untuk menanggapinya.