Hikikomori: Gaya Hidup Mager dan Rebahan dari Jepang

Ilustrasi gaya hidup mager
Ilustrasi gaya hidup mager

AYOJAKARTA.COM - Hikikomori adalah istilah Jepang yang menggambarkan fenomena sosial di mana individu menarik diri sepenuhnya dari interaksi sosial dan mengisolasi diri di ruang terbatas, seperti kamar sendiri, untuk waktu yang lama.

Mereka umumnya sangat menghindari komunikasi dan aktivitas sosial, terkadang selama bertahun-tahun, seringkali mengandalkan teknologi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dikutip dari kanal Youtube TentangKita, penyebab hikikomori sangat kompleks dan bervariasi antar-individu, namun beberapa faktor umum meliputi:

1. Ekspektasi Sosial: Tekanan dari keluarga, sekolah, atau masyarakat dapat membuat individu merasa stres atau tidak mampu memenuhi ekspektasi tersebut, seperti tekanan akademis yang berlebihan atau kesulitan dalam mencari pekerjaan.

2. Masalah Kesehatan Mental: Kondisi seperti depresi, kecemasan, atau gangguan psikologis lainnya dapat menyebabkan hikikomori, karena seseorang mungkin kesulitan mengatasi stres atau situasi sosial yang membuat mereka merasa tidak aman.

Baca Juga: 6 Ide Usaha Modal Kecil untuk Ibu Rumah Tangga, Bisa Buka di Teras Rumah!

3. Pengalaman Isolasi Dini: Konflik interpersonal, kurangnya dukungan sosial yang memadai, atau peristiwa traumatis seperti kehilangan anggota keluarga, perpisahan, atau kegagalan sosial dapat mempengaruhi individu untuk menarik diri dan mengasingkan diri.

4. Faktor Budaya: Tekanan masyarakat untuk sukses atau norma sosial yang ketat juga dapat mempengaruhi kemungkinan terjadinya hikikomori di komunitas tertentu.

Gaya Hidup Hikikomori

Gaya hidup Hikikomori dicirikan oleh beberapa ciri khas yang mencerminkan isolasi sosial dan ketergantungan pada lingkungan yang terbatas:

1. Isolasi Lengkap: Individu Hikikomori cenderung mengisolasi diri di rumahnya, sering kali tidak keluar rumah sama sekali atau hanya dalam situasi yang sangat terbatas.

Mereka menghabiskan sebagian besar waktunya di kamar, melakukan aktivitas seperti bermain game komputer, menonton film atau anime, membaca manga, atau menjelajahi internet.

2. Ketergantungan Teknologi: Komputer, ponsel cerdas, atau konsol game seringkali menjadi alat utama untuk menghabiskan waktu dan berkomunikasi dengan dunia luar, meskipun secara virtual.

Baca Juga: Dede Beri Kesaksian Palsu di Kasus Vina Cirebon, Kuasa Hukum Iptu Rudiana Layangkan Somasi

3. Pola Tidur dan Makan Tidak Teratur: Jadwal tidur dan makan mereka seringkali tidak teratur atau terbalik, dengan tidur di siang hari dan terjaga di malam hari, sehingga mengaburkan batas antara siang dan malam.

4. Ketergantungan Emosional: Ketergantungan emosional pada anggota keluarga yang tinggal bersama mereka adalah hal biasa, dan individu hikikomori berpotensi hanya berinteraksi dengan anggota keluarga dekat.

5. Penurunan Keterampilan Sosial: Kurangnya latihan dan pengalaman berinteraksi dengan orang lain di luar rumah dapat menyebabkan penurunan atau hilangnya keterampilan sosial, sehingga sulit untuk berintegrasi kembali ke masyarakat atau mencari pekerjaan setelah mengalami hikikomori.

Tantangan dan Dampak

Hikikomori tidak hanya berdampak pada individu secara pribadi tetapi juga mempunyai dampak signifikan terhadap keluarga dan masyarakat:

1. Isolasi Mendalam: Hal ini dapat menyebabkan perasaan kesepian yang mendalam dan kurangnya dukungan sosial yang penting untuk kesehatan mental.

Baca Juga: Kenapa Kamu Gagal Kaya? Ini 5 Kebiasaan yang Menghambat Kesuksesan Finansial

2. Masalah Kesehatan Mental: Hikikomori sering dikaitkan dengan masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan, yang dapat diperburuk oleh isolasi ekstrem.

3. Beban Keluarga: Mengandalkan anggota keluarga untuk dukungan fisik dan emosional memberikan tanggung jawab tambahan pada mereka.

4. Stigma Sosial: Hikikomori dapat menimbulkan stigma dan diskriminasi sosial karena kurangnya pemahaman tentang kondisi tersebut.

5. Masalah Kesehatan: Gaya hidup yang tidak teratur, kurangnya aktivitas fisik, dan kebiasaan makan yang tidak sehat dapat berkontribusi terhadap masalah kesehatan fisik seperti obesitas dan gangguan tidur.

6. Tantangan Pendidikan dan Ketenagakerjaan: Hikikomori dapat menghambat kemampuan seseorang untuk menyelesaikan pendidikan atau mempertahankan pekerjaan, karena mereka mungkin tidak memiliki keterampilan atau pengalaman yang dibutuhkan untuk berhasil dalam lingkungan sosial atau profesional.

7. Ketergantungan pada Teknologi: Ketergantungan pada interaksi virtual dapat memperburuk isolasi dan menghambat kemungkinan pemulihan.

Memahami kompleksitas di balik gaya hidup hikikomori dan upaya untuk mengatasi masalah ini sangat penting dalam mengatasi tantangan sosial dan psikologis di Jepang modern.***

Baca Juga: Tes Kepribadian: Ketahui Sifatmu dengan Memilih Bunga yang Paling Kamu Suka!

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# rebahan
# Hikikomori
# mager
# Gaya Hidup
# Jepang

News Update

Metropolitan

Kunjungan Turis DKI Jakarta Tembus Jutaan, Ekonomi Ibu Kota Berhasil Capai Rp 67,5 Triliun!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, ke Ibu Kota mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Metropolitan

Siap Hadirkan Ruang Publik Sehat, Pemprov DKI Targetkan Bangun 10 RTH Baru hingga Akhir 2026!

Hingga akhir tahun 2026 mendatang, Pemprov Jakarta menargetkan pembangunan 10 ruang terbuka hijau (RTH) baru di berbagai titik.

Metropolitan

Kolaborasi Homy Nomad Fatmawati dan Flow Society Gelar Yoga Seamless Strength

Homy Nomad Fatmawati berkolaborasi dengan komunitas yoga Flow Society menggelar kegiatan yoga

Bisnis

Tiga Strategi Utama SMF untuk Dukung Likuiditas Lembaga Penyalur Kredit

Dalam memperkuat perannya di sektor pembiayaan perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalankan tiga strategi utama, yaitu mendukung program Pemerintah menyediakan likuiditas

Bisnis

Per Juni 2026, SMF Bukukan Akumulasi Penyaluran Pembiayaan Sebesar Rp141,61 triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas sekaligus alat fiskal Pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pembiayaan perumahan

News

Lembaga Baru! Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia, Tugasnya Apa?

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.