AYOJAKARTA.COM — Toxic positivity dalam psikologi adalah tindakan berlebihan, tidak efektif, dan berlebihan menggeneralisasikan senang atau optimis di dalam semua kondisi.
Seperti men-denial atau menyangkal semua perasaan sedih dan tidak nyaman serta berpikiran juga bertindak harus selalu positif apapun keadaannya.
Padahal perasaan sedih atau tidak nyaman dan mengeluh itu adalah hal yang wajar dialami manusia.
Berikut adalah 5 tanda toxic positivity atau positif yang menjadi tidak sehat/sakit dikutip dari kanal YouTube Psych2Go pada Rabu, 24 Juli 2024.
Baca Juga: 5 Ciri Cowok Toxic yang Harus Dijauhi, Hindari Pasangan yang Memiliki Tanda Ini
1. Memakai Topeng atau Menyembunyikan Perasaanmu Sebenarnya
Memakai topeng atau menyembunyikan perasaanmu yang sebenarnya itu tidak sehat apabila terlalu sering dilakukan hingga membuat pola.
Selalu menyembunyikan perasaanmu sebenarnya ini biasanya dilakukan agar orang lain bisa menerimamu atau nyaman di dekatmu.
Padahal, perasaan sebenarnya yang disembunyikan terus itu tidak baik karena nanti akan menumpuk dan menjadi stress sehingga bisa meledak sewaktu-waktu.
Selain itu secara tidak sadar juga bisa membuatmu menjadi tidak peka dan menyebabkan masalah kesehatan.
Baca Juga: 5 Ciri Kantor Kamu Toxic, Salah Satunya Lembur Dianggap Normal!
2. Mengesampingkan Masalah daripada Menghadapinya
Contoh lainnya toxic positivity adalah ketika kamu mengesampingkan masalah daripada menghadapinya.
Misalnya kamu dimarahi karena melakukan kesalahan atau dimarahi karena terlambat. Kamu lebih memilih tetap ceria dan mengerjakan pekerjaan lain agar tidak mengingatnya lagi.
Padahal kamu bisa merasakan kecewa atau sedih dan intropeksi diri agar bisa berkembang serta meminta maaf pada orang yang bersangkutan.
Baca Juga: Jauhi Ya... 9 Ciri Teman Kerja yang Toxic, Mulai dari Tukang Kritik hingga Suka Manipulasi
3. Mengecilkan Pengalaman atau Perasaan Orang Lain dengan Mengirimkan Kata-Kata Mutiara Bahagia
Misalnya kamu sedang sedih atau mengalami perasaan buruk dan bercerita pada keluargamu.
Namun, bukannya mereka empati padamu, tetapi mengecilkan dirimu, membandingkan dirimu dengan mereka, mengirimkan kata-kata mutiara bahagia, seperti, “Sudahlah, bersikap positif saja, tidak usah mengeluh,”.
Kata-kata seperti itu malah menekanmu dan menekan perasaanmu yang sebenarnya tidak memvalidasi perasaanmu. Padahal seharusnya perasaan itu perlu divalidasi.
Mereka menanamkan kalau perasaan buruk atau sedih itu adalah sesuatu yang salah, padahal sebenarnya tidak begitu. Hal itu bisa membuatmu semakin lemah kesehatan mentalnya.
Baca Juga: Ubah Sekarang! 3 Ciri-ciri Kamu Berada di Lingkungan yang Toxic yang Jarang Disadari
4. Mempermalukan Orang yang Tidak Mempunyai Etika Positif
Orang yang melakukan toxic positivity sering mempermalukan atau merendahkan orang lain yang sedang bersikap atau beretika tidak positif.
Lalu mereka akan merasa lebih baik darimu. Padahal perasaan sedih atau kecewa itu wajar.
Baca Juga: Berteman dengan Orang Toxic? Ini 3 Cara Menghadapinya!
5. Merasa Bersalah kalau Sedang Sedih, Marah, atau Kecewa
Tanda kelima toxic positivity adalah merasa bersalah kalau sedang ada perasaan sedih, marah, atau kecewa.
Selain itu juga menyalahkan orang lain yang merasa sedih, marah, atau kecewa. Padahal sebenarnya perasaan-perasaan itu tidak salah dan wajar pada manusia.
Itulah 5 tanda toxic positivity.***
Share this article
Orang yang melakukan toxic positivity sering mempermalukan atau merendahkan orang lain yang sedang bersikap atau beretika tidak positif.