AYOJAKARTA.COM – Dalam interaksi sosial atau pergaulan sehari-hari, bercanda merupakan jenis aktivitas yang banyak dilakukan manusia.
Buah dari bercanda berupa tawa atau senyum, menurut banyak penelitian mampu membawa perasaan senang dan tenang pada seseorang.
Karena itu, selain dapat mendatangkan rasa kebahagiaan dan keakraban, bercanda juga menjadi salah satu cara paling mudah digunakan untuk meredakan tekanan.
Namun demikian, bercanda juga ternyata dapat menjadi salah satu tolok ukur dalam menilai karakter dan kepribadian seseorang.
Anggapan bercanda memiliki hubungan dengan karakter dan kepribadian terjadi karena seseorang cenderung menggunakan teknik tertentu saat melakukannya.
Untuk lebih memahami kepribadian dan karakter seseorang, berikut adalah cara mengenalinya dari cara bercanda, dikutip dari Instagram @vincenttnat pada Senin, 29 Juli 2024.
Mengenali Karakter dan Kepribadian Orang Berdasarkan Cara Bercanda
Jenis wisecracks atau memberikan komentar dan tanggapan lucu secara cepat dan spontan, mencerminkan individu yang cerdas.
Selain memiliki nalar yang baik, individu pengguna jenis candaan seperti ini juga dikenal sedikit kompetitif dan suka mengalihkan perhatian dari perasaan sebenarnya.
Jenis bercanda selanjutnya yaitu deadpan atau memberikan lelucon dengan raut wajah datar untuk mengajak orang lain memahami maksudnya.
Individu yang menggunakan cara bercanda semacam ini dipercaya memiliki karakter yang mendambakan hubungan lebih mendalam.
Broad humor atau jenis lelucon yang agak nakal serta arogan, mencerminkan individu dengan karakter jujur, kurang dewasa serta sedikit agresif.
Jenis bercanda selanjutnya adalah clowning atau mengandalkan elemen fisik sebagai sumber lelucon, mencerminkan individu yang ingin mendapat perhatian.
Sedangkan jenis lelucon raconteur atau senang bercerita lucu, menggambarkan individu yang senang mengamati dn percaya diri.
Jenis bercanda selanjutnya yang dipergunakan untuk menilai karakter dan kepribadian orang lain adalah self deprecating.
Corak bercanda ini ditandai dengan banyak mencela diri sendiri, menggambarkan karakter individu yang nyaman pada tertawa.
Jenis bercanda ketujuh adalah Teasing atau lelucon yang biasanya mengorbankan atau mengejek orang lain.
Selain tanda superior, individu yang menggunakan jenis lelucon semacam ini juga dikenal karena karakter ingin mendominasi.
Dark humor atau humor gelap atau menggunakan nilai-nilai kemanusiaan yang empati sebagai bahan gurauan, menunjukkan karakter pribadi penuh pengalaman pahit.
Parody atau mengadaptasi sebuah kejadian nyata atau tragis dengan mengubahnya menjadi komedi.
Jenis individu dengan cara bercanda semacam ini, sering dikenal sebagai sosok cerdas sehingga mengolok-olok sesuatu yang dianggap bodoh.
Sarcasm, menyembunyikan kesedihan atau tragedi dengan cara yang halus sehingga tidak terlalu kasar dan pahit.
Individu pengagum sarcasm, biasanya merupakan sosok yang cerdas dan kreatif sehingga senang menyindir.***

Share this article
Bercanda juga ternyata dapat menjadi salah satu tolok ukur dalam menilai karakter dan kepribadian seseorang.