AYOJAKARTA.COM - Permasalahan umum yang banyak dialami sebagian orang pasca Idul Fitri adalah terjadinya peningkatan berat badan.
Selain karena disebabkan asupan nutrisi yang kurang proporsional, peningkatan berat badan juga bisa disebabkan karena perubahan gaya hidup selama libur Idul Fitri.
Karena berbagai penyebab tersebut, tidak jarang upaya untuk menurunkan berat badan menjadi prioritas yang banyak dipilih setiap kali libur Idul Fitri berakhir.
Untuk menurunkan berat badan secara instan dapat dilakukan dengan berbagai aktivitas baik dari dalam ruangan maupun luar ruangan.
Baca Juga: Dianggap Kurang Wajar! Penyebab Loncatan Pangkat Mayor Teddy Menjadi Letkol Jadi Sorotan Warganet
Salah satu cara yang dianggap cukup mudah untuk menurunkan berat badan setelah libur lebaran dengan latihan fisik sederhana adalah bersepeda.
Aktivitas bersepeda, baik sepeda statis di dalam ruangan maupun menggowes di sekitar lingkungan rumah tinggal dapat secara cepat menurunkan berat badan.
Meski terkesan mudah dan sederhana untuk dilakukan, tidak setiap aktivitas bersepeda bisa berdampak positif bagi badan.
Agar proses menurunkan berat badan dengan menggunakan sepeda bisa secara optimal dilakukan, pastikan hal-hal penting berikut sudah dipertimbangkan.
Baca Juga: Dahsyatnya Pahala Puasa Syawal 6 Hari, Begini Cara Niat dan Keutamaan yang Jangan sampai Dilewatkan
Demi menjaga kenyamanan selama bersepeda baik statis maupun gowes, pastikan kondisi gestur seluruh badan dalam keadaan yang nyaman.
Untuk memastikan posisi tulang belakang dalam keadaan lurus, pastikan saat mengayuh sepeda statis atau gowes badan tidak membungkuk serta pandangan lurus ke depan.
Menurut dr. Sophia Hage, Sp.KO yang merupakan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, menurunkan berat badan membutuhkan proses berkesinambungan.
Karena itu, hal penting lainnya yang perlu dilakukan saat memulai program penurunan berat badan adalah mengatur intensitas.
Bersepeda untuk menurunkan berat badan, menurut dr. Sophia akan lebih membuahkan hasil jika dilakukan secara berseling atau tidak ambisius.
Disamping memastikan kondisi otot yang diperlukan selama bersepeda, mengatur jeda olahraga juga bertujuan untuk mencegah tubuh mengalami kejutan.
Berolahraga untuk mengembalikan atau menurunkan berat badan, menurut Dokter Sophia membutuhkan kedisiplinan waktu serta konsistensi.
Adapun penyelingan waktu terbaik dalam bersepeda adalah dilakukan setiap dua hari sekali atau sepekan sebanyak tiga kali dengan durasi yang meningkat.
Baca Juga: Sepi Auto Nyaman, 7 Tempat Wisata Jakarta Wajib Dikunjungi Libur Lebaran 2025
Melakukan olahraga dengan durasi ekstrim setelah vakum beberapa waktu, dapat menyebabkan berbagai persoalan kesehatan.
Selain dapat menyebabkan kelelahan fisik atau rasa sakit pada otot, olahraga yang dilakukan tanpa bertahap justru bisa membuat badan mengalami gangguan.
Jika tubuh sudah terbiasa dengan berbagai gerakan, proses penurunan berat badan melalui olahraga dapat dilakukan lebih sering. ***

Share this article
Tips bersepeda untuk menurunkan berat badan pasca libur Idul Fitri, untuk kamu yang ingin diet simak.