AYOJAKARTA.COM – Kabar duka datang dari dunia hiburan tanah air, penyanyi legendaris Indonesia, Titiek Puspa, meninggal dunia pada usia 87 tahun pada Kamis, 10 April 2025.
Almarhumah menghembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif akibat pendarahan otak.
Putri pertamanya, Petty Tunjungsari, menyampaikan bahwa sebelum pingsan pada Rabu malam (9/4) sekitar pukul 20.30 WIB, Titiek Puspa masih sempat menyelesaikan beberapa segmen kegiatan.
Baca Juga: SK Terbaru Telah Terbit, Ada Komponen Baru di Bansos PKH, Nominalnya Capai Rp10,8 Juta per Tahun!
Namun kondisinya memburuk sehingga harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Selama lebih dari enam dekade, Titiek dikenal luas sebagai sosok hangat dan ceria yang mendedikasikan hidupnya untuk seni dan hiburan Indonesia.
Ia tidak hanya dikenal sebagai penyanyi, tetapi juga sebagai pencipta lagu, penulis, dan aktris yang memberikan warna tersendiri dalam industri hiburan nasional.
Profil Titiek Puspa
Titiek Puspa, yang memiliki nama lahir Sudarwati, lahir di Tanjung, Tabalong, Kalimantan Selatan, pada 1 November 1937.
Sejak kecil, ia kerap sakit-sakitan sehingga namanya sempat berganti menjadi Kadarwati, kemudian Sumarti, sebelum akhirnya menggunakan nama “Titiek Puspa.”
Nama tersebut diambil dari panggilan “Titiek” dan nama belakang ayahnya, Tugeno Puspowidjojo.
Bakat bernyanyinya membawanya ke panggung hiburan setelah meraih juara II di ajang Bintang Radio RRI Semarang pada tahun 1954.
Sejak saat itu, kariernya terus menanjak. Ia tampil bersama Orkes Simfoni Jakarta pimpinan Sjaiful Bahri, dan mulai dikenal publik melalui lagu-lagu populer serta penampilannya di berbagai pertunjukan musik.
Perjalanan Karier
Tahun 1955 menjadi awal tonggak penting dalam kariernya. Ia melakukan rekaman pertamanya di Lokananta, label rekaman pertama milik pemerintah Indonesia.
Baca Juga: Verrell dan Fuji Makin Lengket, Ramalan Jodoh Anak Indigo dari Malaysia Bikin Netizen Heboh! Kenapa?
Lagu-lagu karyanya pun mulai dikenal luas dan menjadi bagian dari warisan musik nasional.
Tak hanya sebagai penyanyi, Titiek juga dikenal sebagai seniman panggung. Ia menciptakan dan membintangi sejumlah operet televisi yang ditayangkan di TVRI.
Seperti Ketupat Lebaran, Bawang Merah Bawang Putih, Ronce-Ronce, dan Kartini Manusiawi.
Program-program ini menjadi tayangan favorit masyarakat, terutama saat hari raya dan momen nasional.
Perjuangan Melawan Kanker dan Karya yang Menginspirasi
Pada tahun 2012, Titiek Puspa didiagnosis menderita kanker serviks stadium satu. Ia sempat menjalani pengobatan di Singapura, namun tidak menunjukkan perkembangan berarti.
Tidak menyerah, ia kemudian menempuh jalur pengobatan alternatif, termasuk meditasi dan konsumsi herbal, hingga akhirnya dinyatakan sembuh.
Kisah perjuangannya melawan penyakit menjadi inspirasi bagi banyak orang yang tengah menghadapi kondisi serupa.
Semangat hidup dan konsistensinya dalam berkarya di usia lanjut membuatnya dicintai lintas generasi.
Baca Juga: Kabar Gembira! Kemensos Umumkan Jadwal Penyaluran Bansos PKH dan BPNT Tahap 2
Penghargaan dan Pengabdian di Dunia Musik
Atas kontribusinya dalam industri musik, Titiek Puspa menerima berbagai penghargaan bergengsi, salah satunya adalah Penghargaan Pengabdian Panjang di Dunia Musik dari BASF Awards pada tahun 1994.
Karya-karya ciptaannya tak hanya abadi dalam ingatan publik, tetapi juga masih kerap diputar dan dinyanyikan hingga kini, menjadikannya sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah musik Indonesia.
Warisan dan Pengaruh yang Tak Terlupakan
Kepergian Titiek Puspa meninggalkan duka yang mendalam di kalangan seniman, pelaku industri hiburan, serta masyarakat luas yang mengagumi karya dan kepribadiannya.
Semangat, dedikasi, dan karya-karyanya akan terus hidup dalam memori bangsa.
Titiek Puspa bukan sekadar penyanyi, ia adalah simbol ketekunan, kekuatan, dan cinta terhadap seni.***

Share this article
Kabar duka datang dari dunia hiburan tanah air, penyanyi legendaris Indonesia, Titiek Puspa, meninggal dunia pada usia 87 tahun